Dahulu… semua indah
Dahulu… ku menjadi bunga cintamu
Hari ini saat yang kunanti
Satu malam bertemu denganmu
Tiada pernah coba kau lupakan
Malam minggu bertemu dengamu
Dahulu… semua indah
Dahulu… terasa bergelora
Dahulu… hanya ada aku
Dahulu… ku menjadi bunga cintamu
Setiap kali selalu ku tanyakan
Ada siapa di hatiku selain dirimu
Aku bilang banyak kesibukan
Hingga kulewatkan hari - hari indah bersamamu
Tak mengerti
Kau bilang engkau selalu menjauh
Ku ingin tahu
Katakanlah sayang bila kau telah jemu
*Dahulu… semua indah
Dahulu… terasa bergelora
Dahulu… hanya ada aku
Dahulu… ku menjadi bunga cintamu
Semua indah dan bergelora engkau dan aku
Komunikasi merupakan jembatan untuk melancarkan proses sebuah informasi dan edukasi dari Komunikator hingga Komunikan. Jangan menyepelekan sebuah pertanyaan dari beberapa individu kepada anda, karena itulah komunikasi. Pengetahuan bukan hanya harus ditingkatkan namun juga harus saling berbagi. "Knowledge not just to elevate but to share"
Sabtu, 25 Juni 2011
KTP khusus Pidana Korupsi
Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Hasanuddin Yusuf mengusulkan agar pada kartu tanda penduduk para mantan pelaku korupsi yang sudah menjalani hukuman penjara diberi kode khusus yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah eks koruptor (EK).
Usulan pemberian cap EK itu dimaksudkan untuk memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi yang tidak divonis hukuman mati oleh pengadilan. Pasalnya, hukuman mati bagi para koruptor belum pernah diterapkan selama ini di Indonesia.
Demikian disampaikan Hasanuddin Yusuf menjawab pers seusai menghadiri pembukaan acara Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) KNPI di aula Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (22/7) pagi. Acara MPP dibuka oleh Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dan dihadiri antara lain oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfie serta staf Wapres.
"Selama ini hukuman mati bagi para pelaku korupsi tidak pernah dan sulit diterapkan di Indonesia. Oleh sebab itu, anggota KNPI dalam acara dialog korupsi pernah mengusulkan agar pemerintah memberikan cap EK bagi para koruptor yang tidak menjalani hukuman mati. Usulan ini memang kontroversial dan bisa dituduh melanggar hak asasi manusia (HAM), seperti ketika eks tahanan politik Gerakan 30 September/PKI diberi cap Eks Tapol (ET) di KTP-nya. Akan tetapi, jika kita bicara pemberantasan korupsi, apalagi yang diharapkan jika tidak memberikan efek jera dengan hukuman yang paling optimal dan sekeras-kerasnya selain hukuman mati," ujar Hasanuddin.
Menurut Hasanuddin, selama ini hukuman demi hukuman yang diterapkan hakim kepada para pelaku korupsi tidak pernah memberikan efek jera sehingga diusulkan agar upayanya dilakukan seperti ketika memperlakukan eks tahanan G30S/PKI. "Dengan diberi cap EK, orang akan benar malu berbuat korupsi lagi. Ini setimpal bagi koruptor yang tidak dihukum mati," tambah Hasanuddin.
Hasanuddin menambahkan, dirinya setuju jika pelaku korupsi dihukum mati seperti halnya di China. "Akan tetapi, kan hukuman selama ini tidak pernah menjangkau ke sana. Kalau perlu juga ketentuan hukumnya yang tidak mendukung hukuman mati diubah secara radikal. Apalagi korupsi sudah mengakar dan selalu terjadi berulang-ulang," kata Hasanuddin.
"Sejauh ini tidak ada cara lain yang bisa diterapkan agar efek jera benar-benar ampuh untuk atasi budaya korupsi di Indonesia, terkecuali hukuman mati dan EK," ujarnya.
Sumber : Kompas
Usulan pemberian cap EK itu dimaksudkan untuk memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi yang tidak divonis hukuman mati oleh pengadilan. Pasalnya, hukuman mati bagi para koruptor belum pernah diterapkan selama ini di Indonesia.
Demikian disampaikan Hasanuddin Yusuf menjawab pers seusai menghadiri pembukaan acara Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) KNPI di aula Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (22/7) pagi. Acara MPP dibuka oleh Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dan dihadiri antara lain oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfie serta staf Wapres.
"Selama ini hukuman mati bagi para pelaku korupsi tidak pernah dan sulit diterapkan di Indonesia. Oleh sebab itu, anggota KNPI dalam acara dialog korupsi pernah mengusulkan agar pemerintah memberikan cap EK bagi para koruptor yang tidak menjalani hukuman mati. Usulan ini memang kontroversial dan bisa dituduh melanggar hak asasi manusia (HAM), seperti ketika eks tahanan politik Gerakan 30 September/PKI diberi cap Eks Tapol (ET) di KTP-nya. Akan tetapi, jika kita bicara pemberantasan korupsi, apalagi yang diharapkan jika tidak memberikan efek jera dengan hukuman yang paling optimal dan sekeras-kerasnya selain hukuman mati," ujar Hasanuddin.
Menurut Hasanuddin, selama ini hukuman demi hukuman yang diterapkan hakim kepada para pelaku korupsi tidak pernah memberikan efek jera sehingga diusulkan agar upayanya dilakukan seperti ketika memperlakukan eks tahanan G30S/PKI. "Dengan diberi cap EK, orang akan benar malu berbuat korupsi lagi. Ini setimpal bagi koruptor yang tidak dihukum mati," tambah Hasanuddin.
Hasanuddin menambahkan, dirinya setuju jika pelaku korupsi dihukum mati seperti halnya di China. "Akan tetapi, kan hukuman selama ini tidak pernah menjangkau ke sana. Kalau perlu juga ketentuan hukumnya yang tidak mendukung hukuman mati diubah secara radikal. Apalagi korupsi sudah mengakar dan selalu terjadi berulang-ulang," kata Hasanuddin.
"Sejauh ini tidak ada cara lain yang bisa diterapkan agar efek jera benar-benar ampuh untuk atasi budaya korupsi di Indonesia, terkecuali hukuman mati dan EK," ujarnya.
Sumber : Kompas
Senin, 16 Mei 2011
Misteri Segitiga Bermuda
Segitiga Bermuda (bahasa Inggris: Bermuda Triangle), kadang-kadang disebut juga Segitiga Setan adalah sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.
Segitiga bermuda sangat misterius. Sering ada isu paranormal di daerah tersebut yang menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal yang melintas. Ada pula yang mengatakan bahwa sudah menjadi gejala alam bahwa tidak boleh melintasi wilayah tersebut. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa itu semua akibat ulah makhluk luar angkasa
Sejarah Awal
Pada masa pelayaran Christopher Colombus, ketika melintasi area segitiga Bermuda, salah satu awak kapalnya mengatakan melihat “cahaya aneh berkemilau di cakrawala”. Beberapa orang mengatakan telah mengamati sesuatu seperti meteor. Dalam catatannya ia menulis bahwa peralatan navigasi tidak berfungsi dengan baik selama berada di area tersebut.
Berbagai peristiwa kehilangan di area tersebut pertama kali didokumentasikan pada tahun 1951 oleh E.V.W. Jones dari majalah Associated Press. Jones menulis artikel mengenai peristiwa kehilangan misterius yang menimpa kapal terbang dan laut di area tersebut dan menyebutnya ‘Segitiga Setan’. Hal tersebut diungkit kembali pada tahun berikutnya oleh Fate Magazine dengan artikel yang dibuat George X. Tahun 1964, Vincent Geddis menyebut area tersebut sebagai ‘Segitiga Bermuda yang mematikan’, setelah istilah ‘Segitiga Bermuda’ menjadi istilah yang biasa disebut. Segitiga bermuda merupakan suatu tempat dimana di dasar laut tersebut terdapat sebuah piramid besar mungkin lebih besar dari piramid yang ada di Kairo Mesir. Piramid tersebut mempunyai jarak antara ujung piramid dan permukaan laut sekitar 500 m, di ujung piramid trsebut terdapat dua rongga lubang lebih besar.
Penjelasan beberapa sumber
Berikut adalah penjelasan dari beberapa narasumber yang menyatakan keanehan Segitiga Bermuda bahwa di sana terdapat gas methan, dianggap kapal yang hilang di sana telah melampaui batas kargo, Pangkalan UFO, tempat berkumpulnya para setan golongan Jin (Istana Setan) dan ada yang mengatakan bahwa di sanalah terletak telaga "Air Kehidupan" yang sanggup membuat awet muda dan panjang umur.
[sunting] Muatan berlebih
Peta tempat-tempat yang mengandung gas methana
Perusahaan asuransi laut Lloyd's of London menyatakan bahwa segitiga bermuda bukanlah lautan yang berbahaya dan sama seperti lautan biasa di seluruh dunia, asalkan tidak membawa angkutan melebihi ketentuan ketika melalui wilayah tersebut. Penjaga pantai mengkonfirmasi keputusan tersebut. Penjelasan tersebut dianggap masuk akal, ditambah dengan sejumlah pengamatan dan penyelidikan kasus.
[sunting] Gas Methana dan pusaran air
Penjelasan lain dari beberapa peristiwa lenyapnya pesawat terbang dan kapal laut secara misterius adalah adanya gas metana di wilayah perairan tersebut. Teori ini dipublikasikan untuk pertama kali tahun 1981 oleh Badan Penyelidikan Geologi Amerika Serikat. Teori ini berhasil diuji coba di laboratorium dan hasilnya memuaskan beberapa orang tentang penjelasan yang masuk akal seputar misteri lenyapnya pesawat-pesawat dan kapal laut yang melintas di wilayah tersebut.
Menurut Bill Dillon dari U.S Geological Survey, air bercahaya putih itulah penyebabnya. Didaerah segitiga maut Bermuda, tapi juga di beberapa daerah lain sepanjang tepi pesisir benua, terdapat "tambang metana". tambang ini terbentuk kalau gas metana menumpuk di bawah dasar laut yg tak dapat ditembusnya. Gas ini dapat lolos tiba2 kalau dasar laut retak. Lolosnya tdk kepalang tangung. Dengan kekuatan yg luar biasa, tumpukan gas itu menyembur ke permukaan sambil merebus air, membentuk senyawaan metanahidrat.
Air yang dilalui gas ini mendidih sampai terlihat sebagai "air bercahaya putih". Blow out serupa yg pernah terjadi dilaut Kaspia sudah banyak menelan anjungan pengeboran minyak sebagai korban. Regu penyelamat yang dikerahkan tidak menemukan sisa sama sekali. Mungkin karena alat dan manusia yang menjadi korban tersedot pusaran air, dan jatuh kedalam lubang bekas retakan dasar laut, lalu tanah dan air yg semula naik ke atas tapi kemudian mengendap lagi didasar laut, menimbun mereka semua.
[sunting] Gempa laut dan gelombang besar
Teori ini mengatakan gesekan dan goncangan di tanah di dasar Lautan Atlantik menghasilkan gelombang dahsyat dan seketika kapal-kapal menjadi hilang kendali dan langsung menuju dasar laut dengan kuat hanya dalam beberapa detik. Adapun hubungannya dengan pesawat, maka goncangan dan gelombang kuat tersebut menyebabkan hilangnya keseimbangan pesawat serta tidak adanya kemampuan bagi pilot untuk menguasai pesawat.
[sunting] Gravitasi
Gravitasi (medan graviti terbalik, anomali magnetik graviti) dan hubungannya dengan apa yang terjadi di Segitiga Bermuda; sesungguhnya kompas dan alat navigasi elektronik lainnya di dalam pesawat pada saat terbang di atas Segitiga Bermuda akan goncang dan bergerak tidak normal, begitu juga dengan kompas pada kapal, yang menunjukkan kuatnya daya magnet dan anehnya gravitasi yang terbalik.
[sunting] Pangkalan U.F.O.
Pemerintah dan Akademis Independen A.S. mengatakan Segitiga Bermuda disebabkan karena tempat tersebut merupakan Pangkalan UFO sekelompok mahkluk luar angkasa/alien yang tidak mau diusik oleh manusia, sehingga kendaraan apapun yang melewati teritorial tersebut akan terhisap dan diculik. Ada yang mengatakan bahwa penyebabnya dikarenakan oleh adanya sumber magnet terbesar di bumi yang tertanam di bawah Segitiga Bermuda, sehingga logam berton-tonpun dapat tertarik ke dalam.
[sunting] Istana Setan
Dalam hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi Muhammad, dikatakan bahwa pertemuan antara suhu panas dan dingin (sejuk) adalah ikatakan larangan ini karena tempat seperti itu adalah tempat yang paling digemari oleh Setan.[1] Karena menurut beberapa pendapat ada yang mengatakan bahwa Segitiga Bermuda merupakan pusat bertemunya antara arus air dingin dengan arus air panas, sehingga akan mengakibatkan pusaran air yang besar/dasyat. Karena bermuda terletak di perairan Atlantik di pertengahan antara benua Amerika bagian utara dan Afrika. Secara mudah lokasi ini adalah kawasan pertembungan dua arus panas dari Afrika dan sejuk dari Amerika Utara.
Menurut beberapa orang muslim meyakini dengan hadist ini yang dianggap telah terjawab tentang misteri Bermuda. Perkara-perkara aneh yang sering terjadi itu tentu antara lain disebabkan pertembungan antara panas dan sejuk dan menganggap Istana iblis terletak secara tersembunyi di situ. Kemudian dikatakan pula bahwa Dajjal pada saat sekarang menetap di Segitiga Bermuda itu sampai pada menjelang kiamat ia akan keluar.
[sunting] Air Kehidupan
Menurut Syaikh Imam M. Ma’rifatullah al-Arsy, segitiga bermuda merupan tempat titik terujung di dunia ini. Di tengah kawasan itu terdapat sebuah telaga yang airnya dapat membuat siapa saja yg meminumnya menjadi panjang umur, ditempat itu pula Nabi Khidzir bertahta sebagai penjaga sumber "Air Kehidupan" tersebut. Syaikh Imam Ma’rifatullah berkata kalau penyelamat akhir Zaman Imam Mahdi akan keluar dari Ghaibnya melalui tempat tersebut dengan menggunakan jubah suci berwarna kebiruan.
[sunting] Tempat yang indah dan berbahaya
Menurut sebuah naskah kuno menyatakan bahwa Raja Iskandar Agung pernah mencoba masuk ke kawasan agung itu dan sekembalinya mereka mengatakan bahwa tempat itu berpasirkan permata dan berbatukan berlian. Tempat yang dipenuhi dengan kabut putih tebal itu sangat indah untuk dipandang tapi sangat berbahaya untuk di datangi.[2]
[sunting] Lorong waktu (worm holes)
Dalam sejarah, orang, kapal-kapal, pesawat terbang dan lain-lain sebagainya yang hilang secara misterius seperti yang sering kita dengar di perairan Segitiga Bermuda, sebenarnya adalah masuk ke dalam lorong waktu yang misterius ini.
Seorang ilmuwan Amerika yang bernama Ado Snandick berpendapat, mata manusia tidak bisa melihat keberadaan suatu benda dalam ruang lain, itulah obyektifitas keberadaan lorong waktu.
Dalam penyelidikannya terhadap lorong waktu, John Buckally mengemukakan teori hipotesanya sebagai berikut:
* Obyektifitas keberadaan lorong waktu adalah bersifat kematerialan, tidak terlihat, tidak dapat disentuh, tertutup untuk dunia fana kehidupan umat manusia, namun tidak mutlak, karena kadang-kadang ia akan membukanya.
* Lorong waktu dengan dunia manusia bukanlah suatu sistem waktu, setelah memasuki seperangkat sistem waktu, ada kemungkinan kembali ke masa lalu yang sangat jauh, atau memasuki masa depan, karena di dalam lorong waktu tersebut, waktu dapat bersifat searah maupun berlawanan arah, bisa bergerak lurus juga bisa berbalik, dan bahkan bisa diam membeku.
* Terhadap dunia fana di bumi, jika memasuki lorong waktu, berarti hilang secara misterius, dan jika keluar dari lorong waktu itu, maka artinya adalah muncul lagi secara misterius.
Disebabkan lorong waktu dan bumi bukan merupakan sebuah sistem waktu, dan karena waktu bisa diam membeku, maka meskipun telah hilang selama 3 tahun, 5 tahun, bahkan 30 atau 50 tahun, waktunya sama seperti dengan satu atau setengah hari.
Meskipun beberapa teori dilontarkan, namun tidak ada yang memuaskan sebab munculnya tambahan seperti benda asing bersinar yang mengelilingi pesawat sebelum kontak dengan menara pengawas terputus dan pesawat lenyap.
Pesawat pada penerbangan TBF Grumman Avenger, mirip dengan penerbangan 19
Salah satu kisah yang terkenal dan bertahan lama dalam banyaknya kasus misterius mengenai hilangnya pesawat-pesawat dan kapal-kapal yang melintas di segitiga bermuda adalah Penerbangan 19. Penerbangan 19 merupakan kesatuan angkatan udara dari lima pesawat pembom angkatan laut Amerika Serikat.
Penerbangan itu terakhir kali terlihat saat lepas landas di Fort Lauderdale, Florida pada tanggal 5 Desember 1945. Pesawat-pesawat pada Penerbangan 19 dibuat secara sistematis oleh orang-orang yang ahli penerbangan dan kelautan untuk mengahadapi situasi buruk, namun tiba-tiba dengan mudah menghilang setelah mengirimkan laporan mengenai gejala pandangan yang aneh, dianggap tidak masuk akal.
Karena pesawat-pesawat pada Penerbangan 19 dirancang untuk dapat mengapung di lautan dalam waktu yang lama, maka penyebab hilangnya dianggap karena penerbangan tersebut masih mengapung-apung di lautan menunggu laut yang tenang dan langit yang cerah.
Setelah itu, dikirimkan regu penyelamat untuk menjemput penerbangan tersebut, namun tidak hanya pesawat Penerbangan 19 yang belum ditemukan, regu penyelamat juga ikut lenyap. Karena kecelakaan dalam angkatan laut ini misterius, maka dianggap "penyebab dan alasannya tidak diketahui".
Dan juga ditemukan adanya kaitan segitiga bermuda dengan atlantis yang ditemukan adanya penemuan kota-kota kuno dan berbagai bangunan di segitiga bermuda tersebut". Atlantis yang diduga tenggelam dalam waktu satu hari satu malam diduga kuat tenggelam di segitiga bermuda dan beberapa kawasan lainnya yang mirip dengan kejadian yang ada pada segitiga bermuda tersebut salah satunya yaitu di Indonesia, Malaysia, India, dan lainnya".
[sunting] Kronologi dari beberapa peristiwa terkenal
* 1840: HMS Rosalie
* 1872: The Mary Celeste, salah satu misteri terbesar lenyapnya beberapa kapal di segitiga bermuda
* 1909: The Spray
* 1917: SS Timandra
* 1918: USS Cyclops (AC-4) lenyap di laut berbadai, namun sebelum berangkat menara pengawas mengatakan bahwa lautan tenang sekali, tidak mungkin terjadi badai, sangat baik untuk pelayaran
* 1926: SS Suduffco hilang dalam cuaca buruk
* 1938: HMS Anglo Australian menghilang. Padahal laporan mengatakan cuaca hari itu sangat tenang
* 1945: Penerbangan 19 menghilang
* 1952: Pesawat British York transport lenyap dengan 33 penumpang
* 1962: US Air Force KB-50, sebuah kapal tanker, lenyap
* 1970: Kapal barang Perancis, Milton Latrides lenyap; berlayar dari New Orleans menuju Cape Town.
* 1972: Kapal Jerman, Anita (20.000 ton), menghilang dengan 32 kru
* 1976: SS Sylvia L. Ossa lenyap dalam laut 140 mil sebelah barat Bermuda.
* 1978: Douglas DC-3 Argosy Airlines Flight 902, menghilang setelah lepas landas dan kontak radio terputus
* 1980: SS Poet; berlayar menuju Mesir, lenyap dalam badai
* 1995: Kapal Jamanic K (dibuat tahun 1943) dilaporkan menghilang setelah melalui Cap Haitien
* 1997: Para pelayar menghilang dari kapal pesiar Jerman
* 1999: Freighter Genesis hilang setelah berlayar dari Port of Spain menuju St Vincent.
Segitiga bermuda sangat misterius. Sering ada isu paranormal di daerah tersebut yang menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal yang melintas. Ada pula yang mengatakan bahwa sudah menjadi gejala alam bahwa tidak boleh melintasi wilayah tersebut. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa itu semua akibat ulah makhluk luar angkasa
Sejarah Awal
Pada masa pelayaran Christopher Colombus, ketika melintasi area segitiga Bermuda, salah satu awak kapalnya mengatakan melihat “cahaya aneh berkemilau di cakrawala”. Beberapa orang mengatakan telah mengamati sesuatu seperti meteor. Dalam catatannya ia menulis bahwa peralatan navigasi tidak berfungsi dengan baik selama berada di area tersebut.
Berbagai peristiwa kehilangan di area tersebut pertama kali didokumentasikan pada tahun 1951 oleh E.V.W. Jones dari majalah Associated Press. Jones menulis artikel mengenai peristiwa kehilangan misterius yang menimpa kapal terbang dan laut di area tersebut dan menyebutnya ‘Segitiga Setan’. Hal tersebut diungkit kembali pada tahun berikutnya oleh Fate Magazine dengan artikel yang dibuat George X. Tahun 1964, Vincent Geddis menyebut area tersebut sebagai ‘Segitiga Bermuda yang mematikan’, setelah istilah ‘Segitiga Bermuda’ menjadi istilah yang biasa disebut. Segitiga bermuda merupakan suatu tempat dimana di dasar laut tersebut terdapat sebuah piramid besar mungkin lebih besar dari piramid yang ada di Kairo Mesir. Piramid tersebut mempunyai jarak antara ujung piramid dan permukaan laut sekitar 500 m, di ujung piramid trsebut terdapat dua rongga lubang lebih besar.
Penjelasan beberapa sumber
Berikut adalah penjelasan dari beberapa narasumber yang menyatakan keanehan Segitiga Bermuda bahwa di sana terdapat gas methan, dianggap kapal yang hilang di sana telah melampaui batas kargo, Pangkalan UFO, tempat berkumpulnya para setan golongan Jin (Istana Setan) dan ada yang mengatakan bahwa di sanalah terletak telaga "Air Kehidupan" yang sanggup membuat awet muda dan panjang umur.
[sunting] Muatan berlebih
Peta tempat-tempat yang mengandung gas methana
Perusahaan asuransi laut Lloyd's of London menyatakan bahwa segitiga bermuda bukanlah lautan yang berbahaya dan sama seperti lautan biasa di seluruh dunia, asalkan tidak membawa angkutan melebihi ketentuan ketika melalui wilayah tersebut. Penjaga pantai mengkonfirmasi keputusan tersebut. Penjelasan tersebut dianggap masuk akal, ditambah dengan sejumlah pengamatan dan penyelidikan kasus.
[sunting] Gas Methana dan pusaran air
Penjelasan lain dari beberapa peristiwa lenyapnya pesawat terbang dan kapal laut secara misterius adalah adanya gas metana di wilayah perairan tersebut. Teori ini dipublikasikan untuk pertama kali tahun 1981 oleh Badan Penyelidikan Geologi Amerika Serikat. Teori ini berhasil diuji coba di laboratorium dan hasilnya memuaskan beberapa orang tentang penjelasan yang masuk akal seputar misteri lenyapnya pesawat-pesawat dan kapal laut yang melintas di wilayah tersebut.
Menurut Bill Dillon dari U.S Geological Survey, air bercahaya putih itulah penyebabnya. Didaerah segitiga maut Bermuda, tapi juga di beberapa daerah lain sepanjang tepi pesisir benua, terdapat "tambang metana". tambang ini terbentuk kalau gas metana menumpuk di bawah dasar laut yg tak dapat ditembusnya. Gas ini dapat lolos tiba2 kalau dasar laut retak. Lolosnya tdk kepalang tangung. Dengan kekuatan yg luar biasa, tumpukan gas itu menyembur ke permukaan sambil merebus air, membentuk senyawaan metanahidrat.
Air yang dilalui gas ini mendidih sampai terlihat sebagai "air bercahaya putih". Blow out serupa yg pernah terjadi dilaut Kaspia sudah banyak menelan anjungan pengeboran minyak sebagai korban. Regu penyelamat yang dikerahkan tidak menemukan sisa sama sekali. Mungkin karena alat dan manusia yang menjadi korban tersedot pusaran air, dan jatuh kedalam lubang bekas retakan dasar laut, lalu tanah dan air yg semula naik ke atas tapi kemudian mengendap lagi didasar laut, menimbun mereka semua.
[sunting] Gempa laut dan gelombang besar
Teori ini mengatakan gesekan dan goncangan di tanah di dasar Lautan Atlantik menghasilkan gelombang dahsyat dan seketika kapal-kapal menjadi hilang kendali dan langsung menuju dasar laut dengan kuat hanya dalam beberapa detik. Adapun hubungannya dengan pesawat, maka goncangan dan gelombang kuat tersebut menyebabkan hilangnya keseimbangan pesawat serta tidak adanya kemampuan bagi pilot untuk menguasai pesawat.
[sunting] Gravitasi
Gravitasi (medan graviti terbalik, anomali magnetik graviti) dan hubungannya dengan apa yang terjadi di Segitiga Bermuda; sesungguhnya kompas dan alat navigasi elektronik lainnya di dalam pesawat pada saat terbang di atas Segitiga Bermuda akan goncang dan bergerak tidak normal, begitu juga dengan kompas pada kapal, yang menunjukkan kuatnya daya magnet dan anehnya gravitasi yang terbalik.
[sunting] Pangkalan U.F.O.
Pemerintah dan Akademis Independen A.S. mengatakan Segitiga Bermuda disebabkan karena tempat tersebut merupakan Pangkalan UFO sekelompok mahkluk luar angkasa/alien yang tidak mau diusik oleh manusia, sehingga kendaraan apapun yang melewati teritorial tersebut akan terhisap dan diculik. Ada yang mengatakan bahwa penyebabnya dikarenakan oleh adanya sumber magnet terbesar di bumi yang tertanam di bawah Segitiga Bermuda, sehingga logam berton-tonpun dapat tertarik ke dalam.
[sunting] Istana Setan
Dalam hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi Muhammad, dikatakan bahwa pertemuan antara suhu panas dan dingin (sejuk) adalah ikatakan larangan ini karena tempat seperti itu adalah tempat yang paling digemari oleh Setan.[1] Karena menurut beberapa pendapat ada yang mengatakan bahwa Segitiga Bermuda merupakan pusat bertemunya antara arus air dingin dengan arus air panas, sehingga akan mengakibatkan pusaran air yang besar/dasyat. Karena bermuda terletak di perairan Atlantik di pertengahan antara benua Amerika bagian utara dan Afrika. Secara mudah lokasi ini adalah kawasan pertembungan dua arus panas dari Afrika dan sejuk dari Amerika Utara.
Menurut beberapa orang muslim meyakini dengan hadist ini yang dianggap telah terjawab tentang misteri Bermuda. Perkara-perkara aneh yang sering terjadi itu tentu antara lain disebabkan pertembungan antara panas dan sejuk dan menganggap Istana iblis terletak secara tersembunyi di situ. Kemudian dikatakan pula bahwa Dajjal pada saat sekarang menetap di Segitiga Bermuda itu sampai pada menjelang kiamat ia akan keluar.
[sunting] Air Kehidupan
Menurut Syaikh Imam M. Ma’rifatullah al-Arsy, segitiga bermuda merupan tempat titik terujung di dunia ini. Di tengah kawasan itu terdapat sebuah telaga yang airnya dapat membuat siapa saja yg meminumnya menjadi panjang umur, ditempat itu pula Nabi Khidzir bertahta sebagai penjaga sumber "Air Kehidupan" tersebut. Syaikh Imam Ma’rifatullah berkata kalau penyelamat akhir Zaman Imam Mahdi akan keluar dari Ghaibnya melalui tempat tersebut dengan menggunakan jubah suci berwarna kebiruan.
[sunting] Tempat yang indah dan berbahaya
Menurut sebuah naskah kuno menyatakan bahwa Raja Iskandar Agung pernah mencoba masuk ke kawasan agung itu dan sekembalinya mereka mengatakan bahwa tempat itu berpasirkan permata dan berbatukan berlian. Tempat yang dipenuhi dengan kabut putih tebal itu sangat indah untuk dipandang tapi sangat berbahaya untuk di datangi.[2]
[sunting] Lorong waktu (worm holes)
Dalam sejarah, orang, kapal-kapal, pesawat terbang dan lain-lain sebagainya yang hilang secara misterius seperti yang sering kita dengar di perairan Segitiga Bermuda, sebenarnya adalah masuk ke dalam lorong waktu yang misterius ini.
Seorang ilmuwan Amerika yang bernama Ado Snandick berpendapat, mata manusia tidak bisa melihat keberadaan suatu benda dalam ruang lain, itulah obyektifitas keberadaan lorong waktu.
Dalam penyelidikannya terhadap lorong waktu, John Buckally mengemukakan teori hipotesanya sebagai berikut:
* Obyektifitas keberadaan lorong waktu adalah bersifat kematerialan, tidak terlihat, tidak dapat disentuh, tertutup untuk dunia fana kehidupan umat manusia, namun tidak mutlak, karena kadang-kadang ia akan membukanya.
* Lorong waktu dengan dunia manusia bukanlah suatu sistem waktu, setelah memasuki seperangkat sistem waktu, ada kemungkinan kembali ke masa lalu yang sangat jauh, atau memasuki masa depan, karena di dalam lorong waktu tersebut, waktu dapat bersifat searah maupun berlawanan arah, bisa bergerak lurus juga bisa berbalik, dan bahkan bisa diam membeku.
* Terhadap dunia fana di bumi, jika memasuki lorong waktu, berarti hilang secara misterius, dan jika keluar dari lorong waktu itu, maka artinya adalah muncul lagi secara misterius.
Disebabkan lorong waktu dan bumi bukan merupakan sebuah sistem waktu, dan karena waktu bisa diam membeku, maka meskipun telah hilang selama 3 tahun, 5 tahun, bahkan 30 atau 50 tahun, waktunya sama seperti dengan satu atau setengah hari.
Meskipun beberapa teori dilontarkan, namun tidak ada yang memuaskan sebab munculnya tambahan seperti benda asing bersinar yang mengelilingi pesawat sebelum kontak dengan menara pengawas terputus dan pesawat lenyap.
Pesawat pada penerbangan TBF Grumman Avenger, mirip dengan penerbangan 19
Salah satu kisah yang terkenal dan bertahan lama dalam banyaknya kasus misterius mengenai hilangnya pesawat-pesawat dan kapal-kapal yang melintas di segitiga bermuda adalah Penerbangan 19. Penerbangan 19 merupakan kesatuan angkatan udara dari lima pesawat pembom angkatan laut Amerika Serikat.
Penerbangan itu terakhir kali terlihat saat lepas landas di Fort Lauderdale, Florida pada tanggal 5 Desember 1945. Pesawat-pesawat pada Penerbangan 19 dibuat secara sistematis oleh orang-orang yang ahli penerbangan dan kelautan untuk mengahadapi situasi buruk, namun tiba-tiba dengan mudah menghilang setelah mengirimkan laporan mengenai gejala pandangan yang aneh, dianggap tidak masuk akal.
Karena pesawat-pesawat pada Penerbangan 19 dirancang untuk dapat mengapung di lautan dalam waktu yang lama, maka penyebab hilangnya dianggap karena penerbangan tersebut masih mengapung-apung di lautan menunggu laut yang tenang dan langit yang cerah.
Setelah itu, dikirimkan regu penyelamat untuk menjemput penerbangan tersebut, namun tidak hanya pesawat Penerbangan 19 yang belum ditemukan, regu penyelamat juga ikut lenyap. Karena kecelakaan dalam angkatan laut ini misterius, maka dianggap "penyebab dan alasannya tidak diketahui".
Dan juga ditemukan adanya kaitan segitiga bermuda dengan atlantis yang ditemukan adanya penemuan kota-kota kuno dan berbagai bangunan di segitiga bermuda tersebut". Atlantis yang diduga tenggelam dalam waktu satu hari satu malam diduga kuat tenggelam di segitiga bermuda dan beberapa kawasan lainnya yang mirip dengan kejadian yang ada pada segitiga bermuda tersebut salah satunya yaitu di Indonesia, Malaysia, India, dan lainnya".
[sunting] Kronologi dari beberapa peristiwa terkenal
* 1840: HMS Rosalie
* 1872: The Mary Celeste, salah satu misteri terbesar lenyapnya beberapa kapal di segitiga bermuda
* 1909: The Spray
* 1917: SS Timandra
* 1918: USS Cyclops (AC-4) lenyap di laut berbadai, namun sebelum berangkat menara pengawas mengatakan bahwa lautan tenang sekali, tidak mungkin terjadi badai, sangat baik untuk pelayaran
* 1926: SS Suduffco hilang dalam cuaca buruk
* 1938: HMS Anglo Australian menghilang. Padahal laporan mengatakan cuaca hari itu sangat tenang
* 1945: Penerbangan 19 menghilang
* 1952: Pesawat British York transport lenyap dengan 33 penumpang
* 1962: US Air Force KB-50, sebuah kapal tanker, lenyap
* 1970: Kapal barang Perancis, Milton Latrides lenyap; berlayar dari New Orleans menuju Cape Town.
* 1972: Kapal Jerman, Anita (20.000 ton), menghilang dengan 32 kru
* 1976: SS Sylvia L. Ossa lenyap dalam laut 140 mil sebelah barat Bermuda.
* 1978: Douglas DC-3 Argosy Airlines Flight 902, menghilang setelah lepas landas dan kontak radio terputus
* 1980: SS Poet; berlayar menuju Mesir, lenyap dalam badai
* 1995: Kapal Jamanic K (dibuat tahun 1943) dilaporkan menghilang setelah melalui Cap Haitien
* 1997: Para pelayar menghilang dari kapal pesiar Jerman
* 1999: Freighter Genesis hilang setelah berlayar dari Port of Spain menuju St Vincent.
Kamis, 31 Maret 2011
Profil Lengkap Sri Mulyani Indrawati
Nama : Dr. Sri Mulyani Indrawati
Lahir: Tanjung Karang, 26 Agustus 1962
Agama: Islam
Jabatan:
- Plt menko Perekonomian KIB, Juni 2008-2009
- Menteri Keuangan KIB, Desember 2005-2009
-Menneg PPB/Kepala Bappenas, Oktober 2004-Desember 2005
-Menteri Keungan, Desember 2009- Mei 2010
Suami:
Tonny Sumartono
Anak:
Dewinta Illinia, Adwin Haryo Indrawan, dan Luqman Indra Pambudi
Pendidikan:
1981 – 1986 Universitas Indonesia Jakarta, Indonesia Sarjana Ekonomi
1988 – 1990 University of lllinois Urbana Champaign, U.S.A Master of Science of Policy Economics
1990 – 1992 University of lllinois Urbana-Champaign, U.S.A Ph. D of Economics
Spesialisasi Penelitian
• Ekonomi Makro
• Ekonomi Keuangan Negara/Publk
• Ekonomi Moneter dan Perbankan
• Ekonomi Tenaga Kerja
Jabatan Utama:
– Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Kabinet Indonesia Bersatu
- Executive Director IMF mewakili 12 negara Asia Tenggara (2002-2004).
- Konsultan USAid di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (2001-2002)
- Dewan Ekonomi Nasional (1999-2001)
Pengalaman Kerja
• Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI), Juni 1998 – Sekarang
• Nara Sumber Sub Tim Perubahan UU Perbankan, Tim Reformasi Hukum – Departemen Kehakiman RI, Agustus 1998 s/d Maret 1999.
• Tim Penyelenggara Konsultan Ahli Badan Pembinaan Hukum Nasional Tahun 1999 – 2000, Kelompok Kerja Bidang Hukum Bisnis, Menteri Kehakiman Republik Indonesia, 15 Mei 1999 – Sekarang
• Anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan Bidang Keuangan dan Moneter, Departemen Keuangan RI, Juni 1998 s/d sekarang.
• Dewan Juri Lomba Karya Ilmiah Remaja LIPI-TVRI XXXI, Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Kebudayaan dan Kemanusiaan, terhitung 1 April 1999 – Sekarang
• Redaktur Ahli Majalah bulanan Manajemen Usahawan Indonesia, Agustus 1998 – Sekarang
• Anggota Komisi Pembimbing mahasiswa S3 atas nama Sdr. Andrianto Widjaya NRP. 95507 Program Doktor (S3) Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian, Institute Pertanian Bogor, Juni 1998
• Ketua I Bidang Kebijakan Ekonomi Dalam dan Luar Negeri serta Kebijaksanaan Pembangunan, PP Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), 1996 – 2000
• Kepala Program Magister Perencanaan Kebijakan Publik-UI, 1996-Maret 1999
• Wakil Kepala Bidang Penelitian LPEM FEUI, Mei 1995 – Juni 1998
• Wakil Kepala Bidang Pendidikan dan Latihan LPEM FEUI, 1993 – Mei 1995
• Research Associate, LPEM FEUI, 1992 – Sekarang
• Pengajar Program S1 & Program Extension FEUI, S2, S3, Magister Manajemen Universitas Indonesia, 1986 – Sekarang
• Anggota Kelompok Kerja – GATS Departemen Keuangan, RI 1995
• Anggota Kelompak Kerja Mobilitas Penduduk Menteri Negara Kependudukan – BKKBN, 1995
• Anggota Kelompok Kerja Mobilitas Penduduk, Asisten IV Menteri Negara Kependudukan, BKKBN, Mei – Desember 1995
• Staf Ahli Bidang Analisis Kebijaksanaan OTO-BAPPENAS, 1994 – 1995
• Asisten Profesor, University of lllinois at Urbana, Champaign, USA, 1990 – 1992
• Asisten Pengajar Fakultas Ekonomi – Universitas Indonesia, 1985 – 1986
Kegiatan Penelitian
• Rsearch Demand for Housing, World Bank Project, 1986
• Kompetisi Perbankan di Jakarta/Indonesia, BNI 1946, 1987
• Study on Effects on Long-term Overseas Training on Indonesia Participant Trainees. OTO Bappenas – LPEM FEUI, 1998
• Penyusunan Study Dampak Ekonomi Sosial Kehutanan Indonesia . Departemen Kehutanan – LPEM FEUI, 1992
• Survei Pemasaran Pelumas Otomotif Indonesia. Pertamina – LPEM FEUI, 1993
• The Prospect of Automotive Market and Factors Affecting Consumer Behavior on Purchasing Car. PT. Toyota Astra – LPEM FEUI, 1994
• Inflasi di Indonesia : Fenomena Sisi Penawaran atau Permintaan atau keduanya. Kantor Menko Ekuwasbang – Bulog – LPEM FEUI, 1994
• Restrukturisasi Anggaran Daerah. Departemen Dalam Negeri – LPEM FEUI, 1995
• The Evaluation of Degree and non degree training – OTO Bappenas, 1995
• Fiscal Reform in Indonesia : History and Perspective, 1995
• Potensi Tabungan Pelajar DKI Jakarta. Bank Indonesia – LPEM FEUI, 1995
• Studi Rencana Kerja untuk Pelaksanaan Kegiatan Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional, Departemen Pariwisata, Pos & Telekomunikasi – LPEM FEUI, 1996
• Interregional Input-Output (JICA Stage III), 1996
• Studi Kesiapan Industri Dalam Negeri Memasuki Era Perdagangan Bebas, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, LPEM FEUI, 1997
• Penyusunan Rancangan Repelita VII. Departemen Perindustrian dan Perdagangan , 1997
• Indonesia Economic Outlook 1998/1999. Indonesia Forum 1998
• Country Economic Review for Indonesia. Asian Development Bank, 1999
Publikasi al:
• Teori Moneter, Lembaga Penerbitan UI, 1986
• Measuring the Labour Supply effect of Income Taxation Using a Life Cycle Labour Supply Model : A Case of Indonesia (Disertasi), 1992
• “Prospek dan Masalah Ekspor Indonesia”, Suara Pembaharuan, April 1993
• The Cohort Approach of a life Cycle Labour Supply, EKI, Desember 1993
• “Tantangan Ekspor non Migas Indonesia “, DPE 1994
• “Perkembangan Ekonomi Sumber Daya Manusia – Proceding ” Seminar LP3Y – Jogya, Dalam Sumber Daya Manusia dalam Pembangunan, 1995
• “Dilema Hutang Luar Negeri dan PMA”, Warta Ekonomi 26, 1995
• “Ability to Pay minimum wage and Workers Condition in Indonesia”, Seminar World Bank Seminar, April 1995.
• Workers in an integrating World, Discuss Panel World Development Report, 1995
• Mungkinkah Ekonomi Rakyat ? Diskusi Series Bali – Post – Ekonomi Rakyat, 25 November 1995
• “Tumbuh Tinggi dengan Uang Ketat”, Warta Ekonomi , 5 Februari 1996
• Inpres 2/1996 dan Pembangunan Industri Nasional, Dialog Pembangunan CIDES, 28 Maret 1996″Kijang Tetap Jadi Pilihan”, Jawa Pos, 29 Maret 1996
• Consistent Macroeconomic Development and its Limitation (Sri Mulyani dan Ari Kuncoro), Indonesia Economy Toward The Twenty First Century – IDE 1996
• “Pemerintah Versus Pasar”, memperingati 70 Tahun, Prof. Widjojo Nitrisastro, Mei 1997
• “Liberalisasi Challenges”, Seminar ASEAN/ISI-Keijai Koho Center, Tokyo, 8 Juli 1997
• “Economic Profile and Performance of ASEAN Countries” Konfrensi Federation of ASEAN Economic Association, Denpasar – Bali, 24-25 Oktober 1997
• “Analisa Krisis Nilai Tukar dan Prospek Perekonomian Indonesia ke Depan”, Seminar KBRI Singapura, 4 Desember 1997
• “Small Industry Profiles and Policies”, Two Day Seminar USAID-LPEM, Aryaduta Hotel, 17-18 Desember 1997
• “Kesehatan Bank dan Lingkungan Makro Ekonomi”, Dialog Bank Umum Nasional, 16 Januari 1998
• “Evaluasi Ekonomi 1997 dan Tantangan Ekonomi 1998″, Seminar LIPI, 20 Januari 1998
• “Revisi RAPBN”, Gatra, 24 Januari 1998
• “Krisis Ekonomi Indonesia dan Langkah Reformasi”, Orasi Ilmiah Universitas Indonesia, Balairung UI, 7 February 1998.
• “APBN 1998/1999 dimasa Resesi dan Dimensi Revisi RAPBN 1998/1999″, Diskusi HUT FKP DPR RI, 12 Februari 1998
• Forget CBS, Get Serious About Reform, Indonesia Business, April 1998
Alamat Kantor IMF:
Gedung Markas Pusat IMF Lantai 13 di 19th Street, NW, Washington DC, Maryland, USA
Alamat Kantor Menkeu:
Jl. Lapangan Banteng Timur 2-4, Jakarta Pusat
Telp: Sentral (021) 3449230
Fax: Sekjen (021) 3813324
Lahir: Tanjung Karang, 26 Agustus 1962
Agama: Islam
Jabatan:
- Plt menko Perekonomian KIB, Juni 2008-2009
- Menteri Keuangan KIB, Desember 2005-2009
-Menneg PPB/Kepala Bappenas, Oktober 2004-Desember 2005
-Menteri Keungan, Desember 2009- Mei 2010
Suami:
Tonny Sumartono
Anak:
Dewinta Illinia, Adwin Haryo Indrawan, dan Luqman Indra Pambudi
Pendidikan:
1981 – 1986 Universitas Indonesia Jakarta, Indonesia Sarjana Ekonomi
1988 – 1990 University of lllinois Urbana Champaign, U.S.A Master of Science of Policy Economics
1990 – 1992 University of lllinois Urbana-Champaign, U.S.A Ph. D of Economics
Spesialisasi Penelitian
• Ekonomi Makro
• Ekonomi Keuangan Negara/Publk
• Ekonomi Moneter dan Perbankan
• Ekonomi Tenaga Kerja
Jabatan Utama:
– Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Kabinet Indonesia Bersatu
- Executive Director IMF mewakili 12 negara Asia Tenggara (2002-2004).
- Konsultan USAid di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (2001-2002)
- Dewan Ekonomi Nasional (1999-2001)
Pengalaman Kerja
• Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI), Juni 1998 – Sekarang
• Nara Sumber Sub Tim Perubahan UU Perbankan, Tim Reformasi Hukum – Departemen Kehakiman RI, Agustus 1998 s/d Maret 1999.
• Tim Penyelenggara Konsultan Ahli Badan Pembinaan Hukum Nasional Tahun 1999 – 2000, Kelompok Kerja Bidang Hukum Bisnis, Menteri Kehakiman Republik Indonesia, 15 Mei 1999 – Sekarang
• Anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan Bidang Keuangan dan Moneter, Departemen Keuangan RI, Juni 1998 s/d sekarang.
• Dewan Juri Lomba Karya Ilmiah Remaja LIPI-TVRI XXXI, Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Kebudayaan dan Kemanusiaan, terhitung 1 April 1999 – Sekarang
• Redaktur Ahli Majalah bulanan Manajemen Usahawan Indonesia, Agustus 1998 – Sekarang
• Anggota Komisi Pembimbing mahasiswa S3 atas nama Sdr. Andrianto Widjaya NRP. 95507 Program Doktor (S3) Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian, Institute Pertanian Bogor, Juni 1998
• Ketua I Bidang Kebijakan Ekonomi Dalam dan Luar Negeri serta Kebijaksanaan Pembangunan, PP Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), 1996 – 2000
• Kepala Program Magister Perencanaan Kebijakan Publik-UI, 1996-Maret 1999
• Wakil Kepala Bidang Penelitian LPEM FEUI, Mei 1995 – Juni 1998
• Wakil Kepala Bidang Pendidikan dan Latihan LPEM FEUI, 1993 – Mei 1995
• Research Associate, LPEM FEUI, 1992 – Sekarang
• Pengajar Program S1 & Program Extension FEUI, S2, S3, Magister Manajemen Universitas Indonesia, 1986 – Sekarang
• Anggota Kelompok Kerja – GATS Departemen Keuangan, RI 1995
• Anggota Kelompak Kerja Mobilitas Penduduk Menteri Negara Kependudukan – BKKBN, 1995
• Anggota Kelompok Kerja Mobilitas Penduduk, Asisten IV Menteri Negara Kependudukan, BKKBN, Mei – Desember 1995
• Staf Ahli Bidang Analisis Kebijaksanaan OTO-BAPPENAS, 1994 – 1995
• Asisten Profesor, University of lllinois at Urbana, Champaign, USA, 1990 – 1992
• Asisten Pengajar Fakultas Ekonomi – Universitas Indonesia, 1985 – 1986
Kegiatan Penelitian
• Rsearch Demand for Housing, World Bank Project, 1986
• Kompetisi Perbankan di Jakarta/Indonesia, BNI 1946, 1987
• Study on Effects on Long-term Overseas Training on Indonesia Participant Trainees. OTO Bappenas – LPEM FEUI, 1998
• Penyusunan Study Dampak Ekonomi Sosial Kehutanan Indonesia . Departemen Kehutanan – LPEM FEUI, 1992
• Survei Pemasaran Pelumas Otomotif Indonesia. Pertamina – LPEM FEUI, 1993
• The Prospect of Automotive Market and Factors Affecting Consumer Behavior on Purchasing Car. PT. Toyota Astra – LPEM FEUI, 1994
• Inflasi di Indonesia : Fenomena Sisi Penawaran atau Permintaan atau keduanya. Kantor Menko Ekuwasbang – Bulog – LPEM FEUI, 1994
• Restrukturisasi Anggaran Daerah. Departemen Dalam Negeri – LPEM FEUI, 1995
• The Evaluation of Degree and non degree training – OTO Bappenas, 1995
• Fiscal Reform in Indonesia : History and Perspective, 1995
• Potensi Tabungan Pelajar DKI Jakarta. Bank Indonesia – LPEM FEUI, 1995
• Studi Rencana Kerja untuk Pelaksanaan Kegiatan Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional, Departemen Pariwisata, Pos & Telekomunikasi – LPEM FEUI, 1996
• Interregional Input-Output (JICA Stage III), 1996
• Studi Kesiapan Industri Dalam Negeri Memasuki Era Perdagangan Bebas, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, LPEM FEUI, 1997
• Penyusunan Rancangan Repelita VII. Departemen Perindustrian dan Perdagangan , 1997
• Indonesia Economic Outlook 1998/1999. Indonesia Forum 1998
• Country Economic Review for Indonesia. Asian Development Bank, 1999
Publikasi al:
• Teori Moneter, Lembaga Penerbitan UI, 1986
• Measuring the Labour Supply effect of Income Taxation Using a Life Cycle Labour Supply Model : A Case of Indonesia (Disertasi), 1992
• “Prospek dan Masalah Ekspor Indonesia”, Suara Pembaharuan, April 1993
• The Cohort Approach of a life Cycle Labour Supply, EKI, Desember 1993
• “Tantangan Ekspor non Migas Indonesia “, DPE 1994
• “Perkembangan Ekonomi Sumber Daya Manusia – Proceding ” Seminar LP3Y – Jogya, Dalam Sumber Daya Manusia dalam Pembangunan, 1995
• “Dilema Hutang Luar Negeri dan PMA”, Warta Ekonomi 26, 1995
• “Ability to Pay minimum wage and Workers Condition in Indonesia”, Seminar World Bank Seminar, April 1995.
• Workers in an integrating World, Discuss Panel World Development Report, 1995
• Mungkinkah Ekonomi Rakyat ? Diskusi Series Bali – Post – Ekonomi Rakyat, 25 November 1995
• “Tumbuh Tinggi dengan Uang Ketat”, Warta Ekonomi , 5 Februari 1996
• Inpres 2/1996 dan Pembangunan Industri Nasional, Dialog Pembangunan CIDES, 28 Maret 1996″Kijang Tetap Jadi Pilihan”, Jawa Pos, 29 Maret 1996
• Consistent Macroeconomic Development and its Limitation (Sri Mulyani dan Ari Kuncoro), Indonesia Economy Toward The Twenty First Century – IDE 1996
• “Pemerintah Versus Pasar”, memperingati 70 Tahun, Prof. Widjojo Nitrisastro, Mei 1997
• “Liberalisasi Challenges”, Seminar ASEAN/ISI-Keijai Koho Center, Tokyo, 8 Juli 1997
• “Economic Profile and Performance of ASEAN Countries” Konfrensi Federation of ASEAN Economic Association, Denpasar – Bali, 24-25 Oktober 1997
• “Analisa Krisis Nilai Tukar dan Prospek Perekonomian Indonesia ke Depan”, Seminar KBRI Singapura, 4 Desember 1997
• “Small Industry Profiles and Policies”, Two Day Seminar USAID-LPEM, Aryaduta Hotel, 17-18 Desember 1997
• “Kesehatan Bank dan Lingkungan Makro Ekonomi”, Dialog Bank Umum Nasional, 16 Januari 1998
• “Evaluasi Ekonomi 1997 dan Tantangan Ekonomi 1998″, Seminar LIPI, 20 Januari 1998
• “Revisi RAPBN”, Gatra, 24 Januari 1998
• “Krisis Ekonomi Indonesia dan Langkah Reformasi”, Orasi Ilmiah Universitas Indonesia, Balairung UI, 7 February 1998.
• “APBN 1998/1999 dimasa Resesi dan Dimensi Revisi RAPBN 1998/1999″, Diskusi HUT FKP DPR RI, 12 Februari 1998
• Forget CBS, Get Serious About Reform, Indonesia Business, April 1998
Alamat Kantor IMF:
Gedung Markas Pusat IMF Lantai 13 di 19th Street, NW, Washington DC, Maryland, USA
Alamat Kantor Menkeu:
Jl. Lapangan Banteng Timur 2-4, Jakarta Pusat
Telp: Sentral (021) 3449230
Fax: Sekjen (021) 3813324
Profil Agus Martowardoyo Sang Sarjana Menteri Keuangan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi mengangkat Direktur Bank Mandiri Agus Martowardojo sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang mengundrukan diri. “Setelah mendengar masukan dan pertimbangan secara resmi saya mengangkat Agus Martowardojo,” kata Presiden Yudhoyono di kediaman resminya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/5) malam.
Selain mengangkat Agus, Presiden Yudhoyono juga mendapuk Anny Ratnawati sebagai Wakil Menteri Keuangan menggantikan Anggito Abimanyu. Sebelumnya Anny menjabat Direktur Jenderal Keuangan Kementerian Keuangan. “Agus dan Anny saya anggap cakap (memimpin Kementerian Keuangan),” ujar PresidenYudhoyono.
Pengangkatan tersebut sekaligus menepis semua isu yang beredar tentang siapa sosok pengganti Sri Mulyani di jabatan prestisius itu. Selain Agus, sejumlah nama sempat dicalonkan sebagai pengganti Menteri Keuangan. Nama-nama tersebut antara lain adalah Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Darmin Nasution, dan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Fuad Rahmany, serta Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Anny Ratnawati.
Agus Dermawan Wintarto Martowardojo lahir di Amsterdam, Belanda, pada 24 Januari 1956. Namanya cukup kondang di kalangan bankir Indonesia. Sejak Mei 2005, Agus menjabat Direktur Utama Bank Mandiri, menggantikan ECW Neloe yang terlibat kasus korupsi. Bankir yang tahun lalu digaji Rp 199 juta per bulan oleh Bank Mandiri ini, pada 2008 sempat tidak lolos uji kelayakan dan kepatutan di DPR menjadi calon Gubernur Bank Indonesia yang diajukan Presiden.
Sebelumnya Agus bertugas sebagai Direktur Utama Bank Permata selama tiga tahun. Selain di Mandiri dan Permata, ia pernah pula bekerja di Bank of America (1984), Bank Niaga (1986-1994), Bank Bumiputera (Direktur Utama; 1995-1998), Bank Exim (Direktur Utama; 1998) dan BPPN (2002). Agus adalah alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1984.
Nama lengkapnya Agus Dermawan Wintarto Martowardojo (55), namun dalam kartu namanya tertera Agus Martowardojo. Pria kelahiran Amsterdam, Belanda, 24 Januari 1956 ini dipilih Presiden SBY menjadi menteri keuangan (Menkeu). Sebelumnya namanya memang sudah banyak disebut-sebut berbagai kalangan untuk menduduki jabatan yang semula dijabat Sri Mulyani.
Dikalangan bankir, pria murah senyum yang sering disapa-Agus Marto- ini sekarang menjabat Direktur Utama Bank Mandiri sejak 2005 lalu. Kiprahnya di Bank Mandiri, berhasil mempertahankan bank BUMN itu dalam beberapa tahun sebagai bank nomor satu di Indonesia dan diperhitungkan di Asia.
Selama karirnya, Agus lebih banyak berkiprah di dunia perbankan. Sebelum di Bank Mandiri, Agus sebelumnya berkiprah sebagai Direktur Utama Bank Permata, Bank of America (1984), Bank Niaga (1986-1994), Bank Bumiputera (1995–1998), Bank Exim (1998) dan pejabat di Badan Penyehatan Perbankan Nasional/BPPN (2002).
Karir dan pengetahuannya yang lebih banyak dihabiskan di dunia perbankan membuat banyak kalangan ragu Agus Marto mampu memegang kursi Menkeu. Pasalnya jabatan Menkeu lebih banyak bergelut dengan masalah fiskal.
Lulusan Universitas Indonesia 1984 ini dikenal dekat denmgan SBY. Setiap kunjungan kerja SBY ke luar negeri kabarnya selalu ditemani Agus Marto. Kedekatan itu membuat banyak pihak yakin Agus Marto akan menjadi pilihan SBY sebab penunjukan kursi Menkeu sepenuhnya wewenang Presiden SBY.
*
Profil Data Diri, Pengalaman dan Karir Agus Martowardojo
Nama: Agus Dermawan Wintarto Martowardojo
Lahir: Amsterdam, 24 Januari 1956
Pendidikan:
* Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1984)
* Banking & Management Courses di State University of New York, Buffalo, USA, Stanford
* University, Palo Alto, USA dan Institute of Banking & Finance, Singapore.
Karir:
* Bank of America NT & SA (1984) sebagai Officer Development Program dan International
* Loan Officer
PT Bank Niaga Tbk sebagai Vice President, Corporate Banking Group di Jakarta dan
* Surabaya (1986 – 1994).
Deputy Chief Executive Officer di Maharani Holding (1994)
Direktur Utama di Bank Bumiputera (1995 – 1998)
Direktur Utama di Bank Ekspor Impor Indonesia (1998)
Managing Director Risk Management and Credit Restructuring di Bank Mandiri (1999)
Managing Director Retail Banking and Operation Coordinator (2000)
Managing Director Human Resources and Support Services (2001)
Advisor bagi Ketua dan Wakil Ketua BPPN untuk bidang Perbankan (2002).
Direktur Utama PermataBank terhitung sejak 31 Oktober 2002-2005
Direktur Bank Mandiri, 16 Mei 2005
Organisasi:
* Aktif di Himbara (Himpunan Bank-bank Miliki Negara)
* Ketua Umum Perbanas (Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional Swasta) periode 2003 – 2006.
Sumber: Tempo, TribunNews.
http://inimu.com/berita/2010/05/20/profil-lengkap-agus-martowardojo-menteri-keuangan-baru-pengganti-sri-mulyani/
Selain mengangkat Agus, Presiden Yudhoyono juga mendapuk Anny Ratnawati sebagai Wakil Menteri Keuangan menggantikan Anggito Abimanyu. Sebelumnya Anny menjabat Direktur Jenderal Keuangan Kementerian Keuangan. “Agus dan Anny saya anggap cakap (memimpin Kementerian Keuangan),” ujar PresidenYudhoyono.
Pengangkatan tersebut sekaligus menepis semua isu yang beredar tentang siapa sosok pengganti Sri Mulyani di jabatan prestisius itu. Selain Agus, sejumlah nama sempat dicalonkan sebagai pengganti Menteri Keuangan. Nama-nama tersebut antara lain adalah Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Darmin Nasution, dan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Fuad Rahmany, serta Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Anny Ratnawati.
Agus Dermawan Wintarto Martowardojo lahir di Amsterdam, Belanda, pada 24 Januari 1956. Namanya cukup kondang di kalangan bankir Indonesia. Sejak Mei 2005, Agus menjabat Direktur Utama Bank Mandiri, menggantikan ECW Neloe yang terlibat kasus korupsi. Bankir yang tahun lalu digaji Rp 199 juta per bulan oleh Bank Mandiri ini, pada 2008 sempat tidak lolos uji kelayakan dan kepatutan di DPR menjadi calon Gubernur Bank Indonesia yang diajukan Presiden.
Sebelumnya Agus bertugas sebagai Direktur Utama Bank Permata selama tiga tahun. Selain di Mandiri dan Permata, ia pernah pula bekerja di Bank of America (1984), Bank Niaga (1986-1994), Bank Bumiputera (Direktur Utama; 1995-1998), Bank Exim (Direktur Utama; 1998) dan BPPN (2002). Agus adalah alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1984.
Nama lengkapnya Agus Dermawan Wintarto Martowardojo (55), namun dalam kartu namanya tertera Agus Martowardojo. Pria kelahiran Amsterdam, Belanda, 24 Januari 1956 ini dipilih Presiden SBY menjadi menteri keuangan (Menkeu). Sebelumnya namanya memang sudah banyak disebut-sebut berbagai kalangan untuk menduduki jabatan yang semula dijabat Sri Mulyani.
Dikalangan bankir, pria murah senyum yang sering disapa-Agus Marto- ini sekarang menjabat Direktur Utama Bank Mandiri sejak 2005 lalu. Kiprahnya di Bank Mandiri, berhasil mempertahankan bank BUMN itu dalam beberapa tahun sebagai bank nomor satu di Indonesia dan diperhitungkan di Asia.
Selama karirnya, Agus lebih banyak berkiprah di dunia perbankan. Sebelum di Bank Mandiri, Agus sebelumnya berkiprah sebagai Direktur Utama Bank Permata, Bank of America (1984), Bank Niaga (1986-1994), Bank Bumiputera (1995–1998), Bank Exim (1998) dan pejabat di Badan Penyehatan Perbankan Nasional/BPPN (2002).
Karir dan pengetahuannya yang lebih banyak dihabiskan di dunia perbankan membuat banyak kalangan ragu Agus Marto mampu memegang kursi Menkeu. Pasalnya jabatan Menkeu lebih banyak bergelut dengan masalah fiskal.
Lulusan Universitas Indonesia 1984 ini dikenal dekat denmgan SBY. Setiap kunjungan kerja SBY ke luar negeri kabarnya selalu ditemani Agus Marto. Kedekatan itu membuat banyak pihak yakin Agus Marto akan menjadi pilihan SBY sebab penunjukan kursi Menkeu sepenuhnya wewenang Presiden SBY.
*
Profil Data Diri, Pengalaman dan Karir Agus Martowardojo
Nama: Agus Dermawan Wintarto Martowardojo
Lahir: Amsterdam, 24 Januari 1956
Pendidikan:
* Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1984)
* Banking & Management Courses di State University of New York, Buffalo, USA, Stanford
* University, Palo Alto, USA dan Institute of Banking & Finance, Singapore.
Karir:
* Bank of America NT & SA (1984) sebagai Officer Development Program dan International
* Loan Officer
PT Bank Niaga Tbk sebagai Vice President, Corporate Banking Group di Jakarta dan
* Surabaya (1986 – 1994).
Deputy Chief Executive Officer di Maharani Holding (1994)
Direktur Utama di Bank Bumiputera (1995 – 1998)
Direktur Utama di Bank Ekspor Impor Indonesia (1998)
Managing Director Risk Management and Credit Restructuring di Bank Mandiri (1999)
Managing Director Retail Banking and Operation Coordinator (2000)
Managing Director Human Resources and Support Services (2001)
Advisor bagi Ketua dan Wakil Ketua BPPN untuk bidang Perbankan (2002).
Direktur Utama PermataBank terhitung sejak 31 Oktober 2002-2005
Direktur Bank Mandiri, 16 Mei 2005
Organisasi:
* Aktif di Himbara (Himpunan Bank-bank Miliki Negara)
* Ketua Umum Perbanas (Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional Swasta) periode 2003 – 2006.
Sumber: Tempo, TribunNews.
http://inimu.com/berita/2010/05/20/profil-lengkap-agus-martowardojo-menteri-keuangan-baru-pengganti-sri-mulyani/
5 Penyebab Seseorang Jadi Pemalu
Anak yang suka menyendiri dan lebih suka melakukan sesuatu di dalam kamar sendiri.Perasaan malu adalah perasaan gelisah yang dialami seseorang terhadap pandangan orang lain atas dirinya. Ada yang mengartikannya sebagai sesuatu yang "aneh", "hati-hati", "curiga" dan sebagainya.
Pada umumnya sejak lahir manusia telah memiliki sedikit perasaan malu, namun bila perasaan itu telah berubah menjadi semacam rasa takut yang berlebihan, maka hal itu akan menjadi suatu fobia, yaitu takut mengalami tekanan dari orang lain atau takut menghadapi masyarakat. Anak yang pemalu selalu menghindar dari keramaian dan tidak dapat secara aktif bergaul dengan temannya yang lain.
Sifat pemalu dapat menjadi masalah yang cukup serius sebab akan menghambat kehidupan anak, misalnya dalam pergaulan, pertumbuhan harga diri, belajar, dan penyesuaian diri. Umumnya ciri anak pemalu ialah terlalu sensitif, ragu-ragu, terisolir, murung, dan juga sulit bergaul. Jadi mereka perlu diberi bantuan.
Penyebab masalah seorang anak menjadi pemalu
1. Unsur Keturunan
Hal ini merupakan faktor yang tidak langsung dan belum pasti. Sejak lahir anak tersebut terlihat agak sensitif dan kemungkinan hal itu terjadi karena pembawaan saat ibu yang ketika sedang mengandung mengalami tekanan jiwa maupun fisik. Namun ini juga belum dapat menjadi suatu bukti yang kuat apakah kelak anak yang sensitif itu akan menjadi seorang pemalu.
2. Masa Kanak-kanak Kurang Gembira
Ada sebagian anak yang mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan pada masa kanak-kanaknya. Misalnya orangtua sering berpindah- pindah, orangtua bercerai, orangtua meninggal, dipaksa pindah sekolah atau dihina oleh teman dan sebagainya. Semua pengalaman itu mengakibatkan terganggunya hubungan sosial mereka dengan lingkungan, suka menghindar atau mundur, dan tidak berani bergaul dengan orang yang tidak dikenal.
3. Kurang Bermasyarakat
Sifat pemalu akan terjadi bila anak hidup dengan latar belakang di mana ia diabaikan oleh orangtuanya, atau dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang mengasingkan diri, terlalu dikekang sehingga mereka tidak dapat mengalami hubungan sosial yang normal dengan masyarakat.
4. Perasaan Rendah Diri
Mungkin perasaan malu itu timbul karena anak bertubuh pendek, bersikap kaku atau punya kebiasaan yang jelek, lalu berusaha untuk menutupinya dengan cara menyendiri atau menghindari pergaulan dengan orang lain. Karena kurang rasa percaya diri dan beranggapan dirinya tidak sebanding dengan orang lain, ia tidak suka memperlihatkan diri di keramaian.
5. Pandangan Orang Lain
Banyak anak yang menjadi pemalu karena pandangan orang lain yang telah merasuk ke dalam dirinya sejak kecil. Mungkin orang dewasa sering mengatakan bahwa ia pemalu, bahkan guru dan teman-teman juga berpendapat sama, sehingga akhirnya ia benar-benar menjadi seorang pemalu.
Padahal anak-anak seperti ini kelak akan menjadi anak yg unggul di bidang sains dan teknologi, atau bisa juga mereka menjadi seniman2 dan maestro kelas dunia, mereka adalah anak-anak yg peka dan penuh cinta kasih,terutama cinta kasih terhadap pada orangtuanya.
Pada umumnya sejak lahir manusia telah memiliki sedikit perasaan malu, namun bila perasaan itu telah berubah menjadi semacam rasa takut yang berlebihan, maka hal itu akan menjadi suatu fobia, yaitu takut mengalami tekanan dari orang lain atau takut menghadapi masyarakat. Anak yang pemalu selalu menghindar dari keramaian dan tidak dapat secara aktif bergaul dengan temannya yang lain.
Sifat pemalu dapat menjadi masalah yang cukup serius sebab akan menghambat kehidupan anak, misalnya dalam pergaulan, pertumbuhan harga diri, belajar, dan penyesuaian diri. Umumnya ciri anak pemalu ialah terlalu sensitif, ragu-ragu, terisolir, murung, dan juga sulit bergaul. Jadi mereka perlu diberi bantuan.
Penyebab masalah seorang anak menjadi pemalu
1. Unsur Keturunan
Hal ini merupakan faktor yang tidak langsung dan belum pasti. Sejak lahir anak tersebut terlihat agak sensitif dan kemungkinan hal itu terjadi karena pembawaan saat ibu yang ketika sedang mengandung mengalami tekanan jiwa maupun fisik. Namun ini juga belum dapat menjadi suatu bukti yang kuat apakah kelak anak yang sensitif itu akan menjadi seorang pemalu.
2. Masa Kanak-kanak Kurang Gembira
Ada sebagian anak yang mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan pada masa kanak-kanaknya. Misalnya orangtua sering berpindah- pindah, orangtua bercerai, orangtua meninggal, dipaksa pindah sekolah atau dihina oleh teman dan sebagainya. Semua pengalaman itu mengakibatkan terganggunya hubungan sosial mereka dengan lingkungan, suka menghindar atau mundur, dan tidak berani bergaul dengan orang yang tidak dikenal.
3. Kurang Bermasyarakat
Sifat pemalu akan terjadi bila anak hidup dengan latar belakang di mana ia diabaikan oleh orangtuanya, atau dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang mengasingkan diri, terlalu dikekang sehingga mereka tidak dapat mengalami hubungan sosial yang normal dengan masyarakat.
4. Perasaan Rendah Diri
Mungkin perasaan malu itu timbul karena anak bertubuh pendek, bersikap kaku atau punya kebiasaan yang jelek, lalu berusaha untuk menutupinya dengan cara menyendiri atau menghindari pergaulan dengan orang lain. Karena kurang rasa percaya diri dan beranggapan dirinya tidak sebanding dengan orang lain, ia tidak suka memperlihatkan diri di keramaian.
5. Pandangan Orang Lain
Banyak anak yang menjadi pemalu karena pandangan orang lain yang telah merasuk ke dalam dirinya sejak kecil. Mungkin orang dewasa sering mengatakan bahwa ia pemalu, bahkan guru dan teman-teman juga berpendapat sama, sehingga akhirnya ia benar-benar menjadi seorang pemalu.
Padahal anak-anak seperti ini kelak akan menjadi anak yg unggul di bidang sains dan teknologi, atau bisa juga mereka menjadi seniman2 dan maestro kelas dunia, mereka adalah anak-anak yg peka dan penuh cinta kasih,terutama cinta kasih terhadap pada orangtuanya.
Jumat, 18 Februari 2011
Peran Humas dalam manajemen krisis
I. Pendahuluan
Suatu perusahaan atau organisasi layaknya roda kehidupan, kadang berada di atas dan kadang di bawah, sudah sewajarnya pula apabila suatu perusahaan atau organisasi mengalami krisis. Dapat dikatakan demikian karena perusahaan atau organisasi tersebut melibatkan banyak orang yang secara intern, dan secara ekstern tumbuh dalam masyarakat yang harus hidup dengan segala aturan-aturan yang ada. Krisis juga dapat disebabkan oleh sesuatu yang bersifat mendadak diluar kendali manusia dan hal-hal yang berkaitan dengan produk maupun bidang usaha yang dijalani oleh suatu perusahaan atau organisasi.
Perusahaan yang sedang mengalami krisis dituntut untuk dapat menanggulangi krisis tersebut dengan tepat, untuk menjaga citra dan reputasi perusahaan. Masyarakat akan melihat dan menilai kemampuan perusahaan dalam menangani dan menyelesaikan krisis. Apabila perusahaan dapat mengatasi krisis dengan baik dan penyelesaian tersebut dapat memuaskan berbagai pihak yang terkait maka penilaian masyarakat akan baik. Namun sebaliknya, bila perusahaan tidak dapat menyelesaikan krisis yang ada, maka masyarakat pun akan menilai buruk kinerja perusahaan.
Dalam masalah penanganan krisis, dituntut kepiawaian seorang praktisi public relations (PR) atau humas dalam menjalankan perannya. Para praktisi humas harus mampu menjadi mediator yang menjembatani hubungan antara manajemen dan penyebab dari krisis, baik itu dari sisi internal maupun eksternal. Apalagi dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menyebabkan semakin ketatnya persaingan antar media, bukan suatu hal yang mustahil jika sebuah permasalahan eksternal akan berkembang menjadi permasalahan publik. Untuk itu, seorang praktisi humas harus mampu mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan lingkungan sekitar.
Begitu pula dengan instansi seperti perguruan tinggi, tidak akan pernah lepas dari namanya sorotan dalam kebijakan yang akan dan telah dilakukan, fasilitas utama dan pendukung yang dimiliki maupun eksistensinya di dunia pendidikan yang menuntut transparansi dalam semua bidang. Uniiversitas Sebelas Maret UNS) sebagai salah satu instansi dituntut untuk senantiasa menjaga dan mengembangkan visi dan misinya sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini. Bila belum sesuai dengan keinginan masyarakat akan ada pihak-pihak yang merasa tidak puas atas pelayanan yang diberikan. Salah satu tugas dari Pendidikan tinggi adalah mempersiapan sumber daya manusianya agar menjadi manusia yang terampil dan punya pengetahuan yang efisien, handal, dan mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Keberadaan UNS sebagai salah satu perguruan tinggi yang bertekad mewujudkan cita-citanya sebagai The Word Class University tidak bisa berjalan mulus, banyak rintangan yang harus dihadapi baik itu dari pihak internal maupun eksternal yang memerlukan penanganan tanpa membuat persoalan baru.
Seperti program pendidikan murah, yang saat ini didengungkan oleh pemerintah, namun melihat kenyataan di lapangan hal ini belum dapat diterapkan karena adanya isu tentang komersialisasi bidang pendidian sehingga pendidikan hanya akan dinikmati oleh sebagian orang saja terutama orang –orang yang kaya atau berkecukupan. Melihat kompleknya permasalahan bidang pendidikan alangkah bijaknya seandainya setiap instansi dapat menempatkan praktisi humas yang memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam mengelola setiap isu yang terjadi baik itu yang menyangkut pencintraan organisasi maupun penanganan krisis yang dialaminya. Langkah-langkah apa yang bisa dilakukan dalam menangglangi krisis itu. Mengingat fungsi humas yang sangat strategis sebagai alat komunikasi dan koordinasi organisasi ikut berperan sebagai pembawa informasi menyangkut kepentingan organisasi dan kebijakan manajemen.
II. Permasalahan
Bagaimana seharusnya seorang humas dapat berperan dalam kondisi krisis dan Langkah-langkah apa yang dilakukan dalam menanggulangi krisis di instansinnya itu ?
III. Pembahasan
1. Komunikasi
Menurut Harold Laswell, komunikasi didefinisikan sebagai Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect? Siapa Mengatakan Apa Dengan Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Pengaruh Bagaimana ?, Pengertian komunikasi Lasswell ini menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur yaitu: Sources (sumber komunikasi atau komunikator), yaitu individu atau pejabat humas yang memiliki kebutuhan untuk menyampaikan pesan, Message (pesan), yaitu apa yang dikomunikasikan oleh komunikator kepada perorangan atau kelompok tertentu (komunikan), berupa gagasan, ide berupa informasi, pengetahuan, ajakan, bujukan atau ungkapan yang bersifat pendidikan, emosi dan sebagainya, Channel (saluran komunikasi atau media), yaitu media, sarana atau saluran yang digunakan oleh komunikator dalam mekanisme penyampaian pesan kepada khalayaknya, Receiver (penerima atau komunikan), yaitu pihak yang menerima pesan, perseorangan maupun khalayak luas (publik) yang dijangkau oleh organisasi/perusahaan, Effect, yaitu dampak yang terjadi dalam proses penyampaian pesan-pesan tersebut, baik positif maupun negatif, menyangkut tanggapan, persepsi dan opini dari hasil komunikasi
Komunikasi antar manusia dapat dibagi menjadi beberapa tingkatan. Biasanya kategorisasi tingkatan komunikasi tersebut berdasarkan jumlah peserta komunikasi yang terlibat, dimulai dari komunikasi yang melibatkan jumlah peserta komunikasi yang sedikit hingga komunikasi yang melibatkan jumlah peserta lebih banyak. Joseph A. Devito dalam bukunya mengungkapkan kategori komunikasi antara lain: Komunikasi Intrapribadi, Komunikasi Antarpribadi, Komunikasi Kelompok kecil, Komunikasi Organisasi, Komunikasi Antarbudaya, dan Komunikasi Massa
2. Public Relations/ Humas
Salah satu alat dalam komunikasi yang digunakan perusahaan untuk membantu menciptakan dan saling memelihara alur komunikasi serta kerjasama suatu perusahaan dengan publiknya agar program-program yang telah direncanakan dapat tercapai dengan menggunakan praktisi Public Relations atau Humas.
Pada dasarnya kegiatan kehumasan bertujuan untuk menciptakan saling kesepahaman antara organisasi/perusahaan dan selalu siap menghadapi semua pendapat dan tuntutan publiknya, sehingga dapat tercipta iklim yang menyenangkan bagi kedua belah pihak. Menurut Rhenald Kasali dalam Manajemen Public Relation mengklasifikasikan khalayak/public sebagai berikut :
a. Publik Internal dan Publik Eksternal
Publik Internal adalah publik yang didalam perusahaan. Sedangkan Publik Eksternal adalah mereka yang berkepentingan terhadap perusahaan dan berada di luar perusahaan.
b. Publik Primer, Sekunder dan Marjinal
Tidak semua elemen dalam stakeholder perlu diperhatikan perusahaan. Publik primer yang terdiri dari pemegang saham, karyawan, konsumen serta pihak lain yang mempunyai kepentingan secara langsung kepada perusahaan. Sedangkan publik yang kurang penting disebut public sekunder dan yang termasuk didalamnya adalah LSM pemerhati lingkungan dan serikat pekerja. Publik yang dapat diabaikan disebut publik marjinal yang antara lain kelompok keagamaan dan partai politik
c. Publik Tradisional dan Publik Masa Depan
Karyawan dan konsumen adalah publik tradisional yaitu publik yang keberadaannya saat ini langsung dibutuhkan oleh perusahaan. Sedangkan mahasiswa, peneliti dan konsumen potensial, adalah publik masa depan yaitu yang keberadaannya dibutuhkan dikemudian hari.
d. Proponents, Opponents dan Uncommited
Diantara publik Public Relations terdapat kelompok yang menentang perusahaan (opponents) yaitu yang tidak sejalan dengan kebijakan perusahaan, yang memihak (proponents) yaitu publik yang setuju dengan kebijakan perusahaan dan ada yang tidak perduli (uncommitted). Perusahaan perlu mengenal publik yang berbeda-beda ini agar dapat dengan jernih melihat permasalahan.
e. Silent Majority dan Vocal Majority
Dilihat dari aktivitas publik dalam mengajukan komplain atau mendukung perusahaan, akan dibedakan antara yang aktif (vocal) dan yang pasif (silent). Publik yang aktif inilah yang sering menunjukkan sikap tidak mendukungnya terang-terangan, seperti LSM lingkungan. Sementara itu publik yang pasif adalah publik yang tidak terlalu menonjol dalam menunjukkan rasa ketidaksukaannya, seperti kelompok konsumen yang kurang puas terhadap produk perusahaan.
2.1. Fungsi Public Relations
Unong Uchjana Effendy menjabarkan fungsi kehumasan dalam organisasi/perusahaan menjadi dua bentuk yaitu :
1. Teknik komunikasi yaitu kegiatan yang tidak terlembaga secara khusus dalam bagian tertentu dari suatu organisasi. Fungsi hubungan masyarakat dalam organisasi ini diambil alih oleh pimpinan organisasi itu sendiri dalam bentuk komunikasi.
2. Metode Komunikasi yaitu humas sebagai lembaga. Humas sebagai lembaga umumnya hanya terdapat pada organisasi-organisasi besar karena kegiatan berkomunikasi dengan publik tidak mungkin dilakukan oleh si pemimpin organisasi itu sendiri
Komunikasi menjadi inti terbinanya jalinan hubungan yang baik, dan harus terangkum dalam strategi perusahaan. Humas atau Public Relations memiliki peranan yang sangat strategis dalam sebuah organisasi/perusahaan baik sebagai praktisi maupun sebagai profesional. Menurut Dozier and Broom, seperti yang dikutip oleh Rosady Ruslan adalah :
1. Penasehat Ahli (expert preschiber), yaitu seorang praktisi PR harus memiliki kemampuan membantu mencarikan solusi dalam penyelesaian setiap masalah yang terjadi antara perusahaan dengan publiknya (Public Relationship).
2. Fasilitator Komunikasi (Communication Fasilitator) yaitu Praktisi humas harus mampu menjadi fasilitator atau mediator yang menjembatani antara manajemen dengan publiknya dan mengetahui keinginan dan harapan public terhadap manajemen. Di sisi lain PR juga dituntut untuk mampu menjelaskan kembali keinginan, kebijakan dan harapan organisasi kepada publiknya, sehingga dengan adanya komunikasi dua arah antara manajemen dan publiknya, diharapkan tercipta saling pengertian, percaya, menghargai dan mendukung bagi kedua belah pihak.
3. Fasilitator Proses Pemecahan Masalah (Probem Solving Process Fasilitator)
Dalam proses pemecahan masalah PR merupakan bagian dari tim manajemen. Peran yang diambil PR dalam tim adalah membantu pimpinan dalam mengatasi persoalan atau krisis yang tengah dihadapi, mulai dari penasehat hingga pengambilan keputusan dan tindakan. Bila perusahaan mengalami krisis, biasanya akan membentuk sebuah tim yang dikoordinir oleh ahli PR dengan melibatkan departemen lain untuk membantu perusahaan menyelesaikan krisis.
4. Teknisi Komunikasi (Communications Technician). Peran PR sebagai journalist in residenta yang hanya menyediakan layanan teknis komunikasi, baik arus maupun media komunikasi. Sehingga seorang praktisi PR harus memiliki kemampuan manajerial (managerial) skill dan juga kemampuan teknis (technician skill) mengingat perannya yang sangat strategis didalam suatu perusahaan.
Kegiatan dan sarana menurut Henry Fayol seperti yang dikutip oleh Rosady Ruslan guna mendukung tujuan dan strategi manajemen sebuah perusahaan adalah sebagai berikut :
• Building Corporate Identity and Image (Menciptakan Identitas dan Citra Perusahaan)
a. PR berusaha menciptakan citra yang positif dengan berbagai aktivitas atau kepedulian sosial (social care) terhadap masyarakat sekitarnya (community relations) dan public internalnya (employee relations)
b. Menciptakan identitas dan citra perusahaan melalui berbagai program kerja atau aktivitas PR yang berguna untuk menumbuhkan pemahaman, pengertian, kesadaran (awareness) dan pengetahuan (knowledge) publik terhadap lembaga atau perusahaan yang diwakilinya
• Facing Crisis (Mengatasi Krisis yang Terjadi) yaitu menangani komplain dan menghadapi krisis yang terjadi dengan membentuk manajemen krisis dan Public Relations Recovery of Image yang bertugas memperbaiki Lost of Image and Damage
• Promotion Public Causes yaitu mempromosikan aspek kemasyarakatan yang menyangkut kepentingan publik.
Seperti yang sudah dijelaskan dimuka, Public Relations juga memiliki fungsi dalam penanganan krisis yang terjadi di perusahaan. Begitu juga dengan Eksternal Public Relations, juga harus mampu menghadapi krisis eksternal yang terjadi di sebuah perusahaan. Seperti krisis dengan lingkungan sekitar.
3. Manajemen Krisis
Setiap instansi pasti pernah atau akan mengalami krisis. sebuah krisis dapat menjadikan perusahaan itu semakin baik atau bertambah buruk tergantung daripada bagaimana pihak manajemen mempersepsikan dan mengambil langkah langkah dalam menangani krisis tersebut. Krisis bisa dikatakan sebuah titik balik (turning point) untuk menjadikan sebuah perusahaan menjadi lebih baik atau lebih buruk. Penanganan krisis yang baik tentunya akan menghasilkan kepuasan dan kemenangan dari semua pihak. Tetapi bila ditangani dengan langkah buruk, maka akan memakan korban, atau yang lebih parah perusahaan tersebut akan mengalami kehancuran.
Menurut Rosady Ruslan, situasi krisis akan menimbulkan hal-hal sebagai berikut:
a. Meningkatkan intensitas masalah
b. Menjadi sorotan public
c. Menggangu aktivitas sehari-hari dan menggangu citra perusahaan
d. Merusak system kerja, etos kerja dan mengacaukan sendi-sendi perusahaan secara total yang mengakibatkan lumpuhnya kegiatan.
e. Membuat masyarakat ikut panik
f. Mengundang campur tangan pemerintah, yang mau tidak mau harus turut mengatasi masalah yang timbul
Dampak atau efek dari krisis tersebut, tidak saja merugikan perusahaan yang bersangkutan, tetapi juga masyarakat tertentu, yang ikut merasakan akibatnya.Dan menurut Rosady Ruslan ada empat kiat atau strategi dalam penanggulangan yaitu mengidentifikasi krisis, menganalisis krisis, mengatasi krisis, dan mengevaluasi krisis.
Dalam menghadapi krisis, perusahaan biasanya akan melakukan tindakan untuk mengendalikan dan menanggulangi krisis tersebut. Cara inilah yang biasa disebut dengan manajemen krisis. Dalam menanggulangi dan mengendalikan krisis hingga proses pemulihan citra perusahaan (corporate image recovery). Biasanya perusahaan akan membentuk tim khusus sebagai manajemen krisisnya.
Dalam manajemen krisis, tim tidak hanya akan berhadapan dengan para wartawan, tetapi juga akan berhadapan dengan pihak-pihak yang berkepentingan. Para anggota tim manajemen krisis dituntut untuk dapat memberikan informasi yang sebenarnya.
Mengadopsi tahapan penanganan krisis yang dikembangkan oleh Steven Fink, yaitu dengan konsep terminologi kedokteran langkah-langkah yang dapat diambil oleh praktisi humas adalah :
1. Tahap Prodromal yaitu tahap peringatan awal dimana pada tahap ini instansi masih dalam keadaan baik, namun gejala gejala krisis sudah mulai nampak. . Untuk itu setiap praktisi humas harus jeli dalam mengartikan setiap gejala yang ada.
2. Tahap Akut yaitu tahap ketika orang mengatakan telah terjadi krisis. Pada tahap ini reaksi sudah bermunculan dengan isu yang sudah menyebar. Berapa lama dan berapa kerugian yang timbul tergantung eksekutif yang mengendalikan krisis.
3 Tahap Kronis yaitu tahap dimana sering sebagai the clean up phrase atau the post mortem. Yaitu krisis sudah mulai reda, dan yang tersisa adalah korban dari sebuah krisis.
4 Tahap Reduksi yaitu tahap terakhir dari empat tahap krisis. Akan tetapi crisis manager tetap harus berhati-hati, karena bukannya tidak mungkin krisis tersebut akan muncul kembali.
Siklus Krisis perusahaan menurut Steven Fink, sebagai berikut :
Bagan 1.1: Siklus krisis dalam perusahaan (Sumber: Rhenald Kasali: 226)
Humas berperan penting dalam mengatasi krisis yang dialami oleh perusahaan / organisasi, sehingga seorang praktisi humas akan berupaya mempercepat masa turning poin dari tahap prodromal ke tahap resolusi :
Bagan 1.2: Siklus krisis yang dikehendaki dalam perusahaan
(Sumber: Rhenald Kasali)
4. Manajemen Strategis Humas
Manajemen strategis juga bermanfaat untuk mendeteksi krisis sebelum terjadi dan membuat organisasi lebih responsif dan waspada terhadap perubahan lingkungannya. Misalnya perubahan – perubahan peraturan, kegiatan politik, situasi ekonomi, perkembangan teknologi, perkembangan jumlah penduduk, dan sebagainya. Oleh karena itu manajemen strategis untuk humas bisa diartikan sebagai segala sesuatu menyangkut hal – hal yang berkaitan dengan mampu atau tidaknya perusahaan atau organisasi menghadapi tekanan yang muncul dari dalam maupun dari luar.
Humas sebagai salah satu komponen organisasi mempunyai tujuan strategis, yaitu membaca dan menganalisa rintangan yang muncul dari luar (kebijakan pemerintah yang ditetapkan, ketidakpahaman civitas akademika UNS, dll) maupun dari dalam (demontrasi mahasiswa, mogokan karyawan, pengrusakan, sikap tidak terpuji, dan lain –lain) agar UNS dapat berjalan dengan baik mencapai tujuannya. Humas diharapkan mampu memberi sumbangan yang besar bagi instansi dengan mengembangkan hubungan–hubungan (relations) yang harmonis dengan stakeholdersnya agar UNS dapat mengembangkan kemampuan mencapai tujuannya.
Dalam menghadapi suatu krisis, posisi humas kadang dapat menjadi serba salah. Ia dituntut menjalin hubungan dengan pihak – pihak yang strategis dan sering dianggap sebagai juru bicara. Tetapi sebenarnya ia tidak lebih dari sekedar pelaksana biasa yang tidak tahu apa apa, karena kedudukannya tidak sesuai dengan peranannya. Diletakkan di bagian ketiga atau lebih rendah dari itu dalam suatu organisasi atau perusahaan, sehingga terkadang fungsi humas tidak diikutkan dalam perumusan objective organisasi tetapi didelegasikan atau hanya sebagai pelaksana semata. Oleh karena itu model strategic management untuk humas dapat diterapkan guna menggambarkan dua peran humas dalam manajemen strategis secara menyeluruh dan dalam kegiatan humas itu sendiri.
Seperti yang dikemukakan James E. Grunig dan Fred Repper yang dikutip Rhenald Kasali dalam ada tujuh tahapan strategik management untuk public relations. Tiga tahapan pertama mempunyai cakupan luas sehingga lebih bersifat analitis. Empat langkah selanjutnya merupakan penjabaran dari tiga tahap pertama yang diterapkan pada unsur yang berbeda-beda
1. Tahap Stakeholders, Sebuah perusahaan/organisasi mempunyai hubungan dengan publiknya bilamana perilaku organisasi tersebut memberi pengaruh pada stakeholdersnya atau sebaliknya. Public relations harus melakukan survei untuk terus membaca perkembangan lingkungannya, dan membaca perilaku organisasinya serta menganalisis konsekuensi yang akan timbul. Komunikasi yang dilakukan secara kontinu dengan stakeholders ini membantu organisasi untuk tetap stabil
2. Tahap Publik, Publik terbentuk ketika perusahaan/organisasi menyadari adanya problem tertentu. Dengan kata lain publik selalu eksis bilamana ada problem yang mempunyai potensi akibat (konsekuensi) terhadap mereka yang sangat selektif dan spesifik terhadap suatu kepentingan tertentu (problem) tertentu.
3. Tahap Isu, publik yang muncul sebagai konsekuensi dari adanya problem dan menciptakan ”isu”. Yang dimaksud dengan ”isu” disini bukanlah isu dalam arti kata negatif, melainkan suatu tema yang dipersoalkan. Public relations perlu mengantisipasi dan responsif terhadap isu – isu tersebut. Langkah ini lebih dikenal sebagai Issues Management. Pada tahap ini media memegang peranan sangat penting karena media akan mengangkat suatu pokok persoalan kepada masyarakat dan masyarakat akan menanggapinya media mempunyai peranan yang sangat besar dalam perluasan isu dan, bahkan membelokkan sesuai dengan persepsinya. Media dapat melunakkan sikap publik atau, sebaliknya, meningkatkan perhatian publik, khususnya bagi hot issue, yakni yang menyangkut kepentingan publik yang lebih luas.
Issues management pada tahap ini perlu dilakukan secara simultan dan cepat, dengan melibatkan komunikasi personal dan sekaligus komunikasi dengan media massa.
4. public relations perlu mengembangkan objective formal seperti komunikasi, akurasi, pemahaman, persetujuan, dan perilaku tertentu terhadap program – program kampanye komunikasinya
5. public relations harus mengembangkan program resmi dan kampanye komunikasi yang jelas untuk menjangkau objective di atas.
6. public relations, khususnya para pelaksana, memahami permasalahan dan dapat menerapkan kebijakan kampanye komunikasi
7. public relations harus melakukan evaluasi terhadap efektivitas pelaksanaantugasnya untuk memenuhi pencapaian objective dan mengurangi konflik yang mungkin muncul di kemudian hari.
Saat ini di Universitas Sebelas Maret, peran tenaga humasnya belum maksimal dan dalam taraf pelaksana belum seperti yang diharapkan, masih banyak kajian yang lebih luas tentang kehumasan sehingga diperlukan perhatian dari banyak pihak untuk dapat mempersiapkan tenaga humas yang saat ini sudah ada baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya sehingga menjadi tenaga humas yang handal dan mampu mengangkat citra positif UNS dalam kancah nasional maupun Internasional.
IV. Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan
1. Praktisi Humas yang ditunjuk sebagai tim penanggulangan krisis harus menentukan tujuan yang akan dicapai dalam penyelesaian kasus ini. Setelah itu humas juga harus menyusun langkah-langkah dan program yang akan dilakukan dalam mengendalikan krisis.
2. Komunikasi internal bertujuan untuk memberikan semangat kepada karyawan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga kekompakan, berita negatif tentang perusahaan yang beredar di media massa membuat citra terpuruk di mata publik. Sedangkan komunikasi eksternal bertujuan untuk membina hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat agar dapat membantu dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, menyadarkan akan tanggng jawab bersama, menumbuhkan rasa memiliki dari masyarakat.
B. Saran
1. Bila ada status krisis baik itu besar/kecil harus dapat diatasi dengan cepat dan tuntas karena krisis yang kecilpun akan menjadi besar bila tidak tertangani dengan baik. Sehingga krisis cenderung menjadi meluas dan merugikan banyak pihak. Seorang humas hendaknya bersikap cepat dan tanggap dalam menyikapi semua gejolak yang terjadi di masyarakat sehingga tidak berkembang menjadi suatu krisis yang dapat merugikan instansi.
2. Melihat akar permasalahannya , maka humas harus senantiasa membangun komunikasi. Jangan hanya saat terjadi konflik di masyarakat. Dalam menentukan strategi manajemen, komunikasi eksternal harus menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan, dan pada masa yang akan datang sebaiknya perusahaan lebih memperhatikan opini yang berkembang di masyarakat.
3. Sebagai sebuah unit kerja, Humas memegang tanggung jawab dan penciptaan komunikasi yang baik antara manajemen dan masyarakat, sehingga bidang ini nantinya dapat benar – benar menjadi jembatan komunikasi antara perusahaan dan para stakeholder-nya
Suatu perusahaan atau organisasi layaknya roda kehidupan, kadang berada di atas dan kadang di bawah, sudah sewajarnya pula apabila suatu perusahaan atau organisasi mengalami krisis. Dapat dikatakan demikian karena perusahaan atau organisasi tersebut melibatkan banyak orang yang secara intern, dan secara ekstern tumbuh dalam masyarakat yang harus hidup dengan segala aturan-aturan yang ada. Krisis juga dapat disebabkan oleh sesuatu yang bersifat mendadak diluar kendali manusia dan hal-hal yang berkaitan dengan produk maupun bidang usaha yang dijalani oleh suatu perusahaan atau organisasi.
Perusahaan yang sedang mengalami krisis dituntut untuk dapat menanggulangi krisis tersebut dengan tepat, untuk menjaga citra dan reputasi perusahaan. Masyarakat akan melihat dan menilai kemampuan perusahaan dalam menangani dan menyelesaikan krisis. Apabila perusahaan dapat mengatasi krisis dengan baik dan penyelesaian tersebut dapat memuaskan berbagai pihak yang terkait maka penilaian masyarakat akan baik. Namun sebaliknya, bila perusahaan tidak dapat menyelesaikan krisis yang ada, maka masyarakat pun akan menilai buruk kinerja perusahaan.
Dalam masalah penanganan krisis, dituntut kepiawaian seorang praktisi public relations (PR) atau humas dalam menjalankan perannya. Para praktisi humas harus mampu menjadi mediator yang menjembatani hubungan antara manajemen dan penyebab dari krisis, baik itu dari sisi internal maupun eksternal. Apalagi dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menyebabkan semakin ketatnya persaingan antar media, bukan suatu hal yang mustahil jika sebuah permasalahan eksternal akan berkembang menjadi permasalahan publik. Untuk itu, seorang praktisi humas harus mampu mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan lingkungan sekitar.
Begitu pula dengan instansi seperti perguruan tinggi, tidak akan pernah lepas dari namanya sorotan dalam kebijakan yang akan dan telah dilakukan, fasilitas utama dan pendukung yang dimiliki maupun eksistensinya di dunia pendidikan yang menuntut transparansi dalam semua bidang. Uniiversitas Sebelas Maret UNS) sebagai salah satu instansi dituntut untuk senantiasa menjaga dan mengembangkan visi dan misinya sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini. Bila belum sesuai dengan keinginan masyarakat akan ada pihak-pihak yang merasa tidak puas atas pelayanan yang diberikan. Salah satu tugas dari Pendidikan tinggi adalah mempersiapan sumber daya manusianya agar menjadi manusia yang terampil dan punya pengetahuan yang efisien, handal, dan mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Keberadaan UNS sebagai salah satu perguruan tinggi yang bertekad mewujudkan cita-citanya sebagai The Word Class University tidak bisa berjalan mulus, banyak rintangan yang harus dihadapi baik itu dari pihak internal maupun eksternal yang memerlukan penanganan tanpa membuat persoalan baru.
Seperti program pendidikan murah, yang saat ini didengungkan oleh pemerintah, namun melihat kenyataan di lapangan hal ini belum dapat diterapkan karena adanya isu tentang komersialisasi bidang pendidian sehingga pendidikan hanya akan dinikmati oleh sebagian orang saja terutama orang –orang yang kaya atau berkecukupan. Melihat kompleknya permasalahan bidang pendidikan alangkah bijaknya seandainya setiap instansi dapat menempatkan praktisi humas yang memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam mengelola setiap isu yang terjadi baik itu yang menyangkut pencintraan organisasi maupun penanganan krisis yang dialaminya. Langkah-langkah apa yang bisa dilakukan dalam menangglangi krisis itu. Mengingat fungsi humas yang sangat strategis sebagai alat komunikasi dan koordinasi organisasi ikut berperan sebagai pembawa informasi menyangkut kepentingan organisasi dan kebijakan manajemen.
II. Permasalahan
Bagaimana seharusnya seorang humas dapat berperan dalam kondisi krisis dan Langkah-langkah apa yang dilakukan dalam menanggulangi krisis di instansinnya itu ?
III. Pembahasan
1. Komunikasi
Menurut Harold Laswell, komunikasi didefinisikan sebagai Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect? Siapa Mengatakan Apa Dengan Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Pengaruh Bagaimana ?, Pengertian komunikasi Lasswell ini menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur yaitu: Sources (sumber komunikasi atau komunikator), yaitu individu atau pejabat humas yang memiliki kebutuhan untuk menyampaikan pesan, Message (pesan), yaitu apa yang dikomunikasikan oleh komunikator kepada perorangan atau kelompok tertentu (komunikan), berupa gagasan, ide berupa informasi, pengetahuan, ajakan, bujukan atau ungkapan yang bersifat pendidikan, emosi dan sebagainya, Channel (saluran komunikasi atau media), yaitu media, sarana atau saluran yang digunakan oleh komunikator dalam mekanisme penyampaian pesan kepada khalayaknya, Receiver (penerima atau komunikan), yaitu pihak yang menerima pesan, perseorangan maupun khalayak luas (publik) yang dijangkau oleh organisasi/perusahaan, Effect, yaitu dampak yang terjadi dalam proses penyampaian pesan-pesan tersebut, baik positif maupun negatif, menyangkut tanggapan, persepsi dan opini dari hasil komunikasi
Komunikasi antar manusia dapat dibagi menjadi beberapa tingkatan. Biasanya kategorisasi tingkatan komunikasi tersebut berdasarkan jumlah peserta komunikasi yang terlibat, dimulai dari komunikasi yang melibatkan jumlah peserta komunikasi yang sedikit hingga komunikasi yang melibatkan jumlah peserta lebih banyak. Joseph A. Devito dalam bukunya mengungkapkan kategori komunikasi antara lain: Komunikasi Intrapribadi, Komunikasi Antarpribadi, Komunikasi Kelompok kecil, Komunikasi Organisasi, Komunikasi Antarbudaya, dan Komunikasi Massa
2. Public Relations/ Humas
Salah satu alat dalam komunikasi yang digunakan perusahaan untuk membantu menciptakan dan saling memelihara alur komunikasi serta kerjasama suatu perusahaan dengan publiknya agar program-program yang telah direncanakan dapat tercapai dengan menggunakan praktisi Public Relations atau Humas.
Pada dasarnya kegiatan kehumasan bertujuan untuk menciptakan saling kesepahaman antara organisasi/perusahaan dan selalu siap menghadapi semua pendapat dan tuntutan publiknya, sehingga dapat tercipta iklim yang menyenangkan bagi kedua belah pihak. Menurut Rhenald Kasali dalam Manajemen Public Relation mengklasifikasikan khalayak/public sebagai berikut :
a. Publik Internal dan Publik Eksternal
Publik Internal adalah publik yang didalam perusahaan. Sedangkan Publik Eksternal adalah mereka yang berkepentingan terhadap perusahaan dan berada di luar perusahaan.
b. Publik Primer, Sekunder dan Marjinal
Tidak semua elemen dalam stakeholder perlu diperhatikan perusahaan. Publik primer yang terdiri dari pemegang saham, karyawan, konsumen serta pihak lain yang mempunyai kepentingan secara langsung kepada perusahaan. Sedangkan publik yang kurang penting disebut public sekunder dan yang termasuk didalamnya adalah LSM pemerhati lingkungan dan serikat pekerja. Publik yang dapat diabaikan disebut publik marjinal yang antara lain kelompok keagamaan dan partai politik
c. Publik Tradisional dan Publik Masa Depan
Karyawan dan konsumen adalah publik tradisional yaitu publik yang keberadaannya saat ini langsung dibutuhkan oleh perusahaan. Sedangkan mahasiswa, peneliti dan konsumen potensial, adalah publik masa depan yaitu yang keberadaannya dibutuhkan dikemudian hari.
d. Proponents, Opponents dan Uncommited
Diantara publik Public Relations terdapat kelompok yang menentang perusahaan (opponents) yaitu yang tidak sejalan dengan kebijakan perusahaan, yang memihak (proponents) yaitu publik yang setuju dengan kebijakan perusahaan dan ada yang tidak perduli (uncommitted). Perusahaan perlu mengenal publik yang berbeda-beda ini agar dapat dengan jernih melihat permasalahan.
e. Silent Majority dan Vocal Majority
Dilihat dari aktivitas publik dalam mengajukan komplain atau mendukung perusahaan, akan dibedakan antara yang aktif (vocal) dan yang pasif (silent). Publik yang aktif inilah yang sering menunjukkan sikap tidak mendukungnya terang-terangan, seperti LSM lingkungan. Sementara itu publik yang pasif adalah publik yang tidak terlalu menonjol dalam menunjukkan rasa ketidaksukaannya, seperti kelompok konsumen yang kurang puas terhadap produk perusahaan.
2.1. Fungsi Public Relations
Unong Uchjana Effendy menjabarkan fungsi kehumasan dalam organisasi/perusahaan menjadi dua bentuk yaitu :
1. Teknik komunikasi yaitu kegiatan yang tidak terlembaga secara khusus dalam bagian tertentu dari suatu organisasi. Fungsi hubungan masyarakat dalam organisasi ini diambil alih oleh pimpinan organisasi itu sendiri dalam bentuk komunikasi.
2. Metode Komunikasi yaitu humas sebagai lembaga. Humas sebagai lembaga umumnya hanya terdapat pada organisasi-organisasi besar karena kegiatan berkomunikasi dengan publik tidak mungkin dilakukan oleh si pemimpin organisasi itu sendiri
Komunikasi menjadi inti terbinanya jalinan hubungan yang baik, dan harus terangkum dalam strategi perusahaan. Humas atau Public Relations memiliki peranan yang sangat strategis dalam sebuah organisasi/perusahaan baik sebagai praktisi maupun sebagai profesional. Menurut Dozier and Broom, seperti yang dikutip oleh Rosady Ruslan adalah :
1. Penasehat Ahli (expert preschiber), yaitu seorang praktisi PR harus memiliki kemampuan membantu mencarikan solusi dalam penyelesaian setiap masalah yang terjadi antara perusahaan dengan publiknya (Public Relationship).
2. Fasilitator Komunikasi (Communication Fasilitator) yaitu Praktisi humas harus mampu menjadi fasilitator atau mediator yang menjembatani antara manajemen dengan publiknya dan mengetahui keinginan dan harapan public terhadap manajemen. Di sisi lain PR juga dituntut untuk mampu menjelaskan kembali keinginan, kebijakan dan harapan organisasi kepada publiknya, sehingga dengan adanya komunikasi dua arah antara manajemen dan publiknya, diharapkan tercipta saling pengertian, percaya, menghargai dan mendukung bagi kedua belah pihak.
3. Fasilitator Proses Pemecahan Masalah (Probem Solving Process Fasilitator)
Dalam proses pemecahan masalah PR merupakan bagian dari tim manajemen. Peran yang diambil PR dalam tim adalah membantu pimpinan dalam mengatasi persoalan atau krisis yang tengah dihadapi, mulai dari penasehat hingga pengambilan keputusan dan tindakan. Bila perusahaan mengalami krisis, biasanya akan membentuk sebuah tim yang dikoordinir oleh ahli PR dengan melibatkan departemen lain untuk membantu perusahaan menyelesaikan krisis.
4. Teknisi Komunikasi (Communications Technician). Peran PR sebagai journalist in residenta yang hanya menyediakan layanan teknis komunikasi, baik arus maupun media komunikasi. Sehingga seorang praktisi PR harus memiliki kemampuan manajerial (managerial) skill dan juga kemampuan teknis (technician skill) mengingat perannya yang sangat strategis didalam suatu perusahaan.
Kegiatan dan sarana menurut Henry Fayol seperti yang dikutip oleh Rosady Ruslan guna mendukung tujuan dan strategi manajemen sebuah perusahaan adalah sebagai berikut :
• Building Corporate Identity and Image (Menciptakan Identitas dan Citra Perusahaan)
a. PR berusaha menciptakan citra yang positif dengan berbagai aktivitas atau kepedulian sosial (social care) terhadap masyarakat sekitarnya (community relations) dan public internalnya (employee relations)
b. Menciptakan identitas dan citra perusahaan melalui berbagai program kerja atau aktivitas PR yang berguna untuk menumbuhkan pemahaman, pengertian, kesadaran (awareness) dan pengetahuan (knowledge) publik terhadap lembaga atau perusahaan yang diwakilinya
• Facing Crisis (Mengatasi Krisis yang Terjadi) yaitu menangani komplain dan menghadapi krisis yang terjadi dengan membentuk manajemen krisis dan Public Relations Recovery of Image yang bertugas memperbaiki Lost of Image and Damage
• Promotion Public Causes yaitu mempromosikan aspek kemasyarakatan yang menyangkut kepentingan publik.
Seperti yang sudah dijelaskan dimuka, Public Relations juga memiliki fungsi dalam penanganan krisis yang terjadi di perusahaan. Begitu juga dengan Eksternal Public Relations, juga harus mampu menghadapi krisis eksternal yang terjadi di sebuah perusahaan. Seperti krisis dengan lingkungan sekitar.
3. Manajemen Krisis
Setiap instansi pasti pernah atau akan mengalami krisis. sebuah krisis dapat menjadikan perusahaan itu semakin baik atau bertambah buruk tergantung daripada bagaimana pihak manajemen mempersepsikan dan mengambil langkah langkah dalam menangani krisis tersebut. Krisis bisa dikatakan sebuah titik balik (turning point) untuk menjadikan sebuah perusahaan menjadi lebih baik atau lebih buruk. Penanganan krisis yang baik tentunya akan menghasilkan kepuasan dan kemenangan dari semua pihak. Tetapi bila ditangani dengan langkah buruk, maka akan memakan korban, atau yang lebih parah perusahaan tersebut akan mengalami kehancuran.
Menurut Rosady Ruslan, situasi krisis akan menimbulkan hal-hal sebagai berikut:
a. Meningkatkan intensitas masalah
b. Menjadi sorotan public
c. Menggangu aktivitas sehari-hari dan menggangu citra perusahaan
d. Merusak system kerja, etos kerja dan mengacaukan sendi-sendi perusahaan secara total yang mengakibatkan lumpuhnya kegiatan.
e. Membuat masyarakat ikut panik
f. Mengundang campur tangan pemerintah, yang mau tidak mau harus turut mengatasi masalah yang timbul
Dampak atau efek dari krisis tersebut, tidak saja merugikan perusahaan yang bersangkutan, tetapi juga masyarakat tertentu, yang ikut merasakan akibatnya.Dan menurut Rosady Ruslan ada empat kiat atau strategi dalam penanggulangan yaitu mengidentifikasi krisis, menganalisis krisis, mengatasi krisis, dan mengevaluasi krisis.
Dalam menghadapi krisis, perusahaan biasanya akan melakukan tindakan untuk mengendalikan dan menanggulangi krisis tersebut. Cara inilah yang biasa disebut dengan manajemen krisis. Dalam menanggulangi dan mengendalikan krisis hingga proses pemulihan citra perusahaan (corporate image recovery). Biasanya perusahaan akan membentuk tim khusus sebagai manajemen krisisnya.
Dalam manajemen krisis, tim tidak hanya akan berhadapan dengan para wartawan, tetapi juga akan berhadapan dengan pihak-pihak yang berkepentingan. Para anggota tim manajemen krisis dituntut untuk dapat memberikan informasi yang sebenarnya.
Mengadopsi tahapan penanganan krisis yang dikembangkan oleh Steven Fink, yaitu dengan konsep terminologi kedokteran langkah-langkah yang dapat diambil oleh praktisi humas adalah :
1. Tahap Prodromal yaitu tahap peringatan awal dimana pada tahap ini instansi masih dalam keadaan baik, namun gejala gejala krisis sudah mulai nampak. . Untuk itu setiap praktisi humas harus jeli dalam mengartikan setiap gejala yang ada.
2. Tahap Akut yaitu tahap ketika orang mengatakan telah terjadi krisis. Pada tahap ini reaksi sudah bermunculan dengan isu yang sudah menyebar. Berapa lama dan berapa kerugian yang timbul tergantung eksekutif yang mengendalikan krisis.
3 Tahap Kronis yaitu tahap dimana sering sebagai the clean up phrase atau the post mortem. Yaitu krisis sudah mulai reda, dan yang tersisa adalah korban dari sebuah krisis.
4 Tahap Reduksi yaitu tahap terakhir dari empat tahap krisis. Akan tetapi crisis manager tetap harus berhati-hati, karena bukannya tidak mungkin krisis tersebut akan muncul kembali.
Siklus Krisis perusahaan menurut Steven Fink, sebagai berikut :
Bagan 1.1: Siklus krisis dalam perusahaan (Sumber: Rhenald Kasali: 226)
Humas berperan penting dalam mengatasi krisis yang dialami oleh perusahaan / organisasi, sehingga seorang praktisi humas akan berupaya mempercepat masa turning poin dari tahap prodromal ke tahap resolusi :
Bagan 1.2: Siklus krisis yang dikehendaki dalam perusahaan
(Sumber: Rhenald Kasali)
4. Manajemen Strategis Humas
Manajemen strategis juga bermanfaat untuk mendeteksi krisis sebelum terjadi dan membuat organisasi lebih responsif dan waspada terhadap perubahan lingkungannya. Misalnya perubahan – perubahan peraturan, kegiatan politik, situasi ekonomi, perkembangan teknologi, perkembangan jumlah penduduk, dan sebagainya. Oleh karena itu manajemen strategis untuk humas bisa diartikan sebagai segala sesuatu menyangkut hal – hal yang berkaitan dengan mampu atau tidaknya perusahaan atau organisasi menghadapi tekanan yang muncul dari dalam maupun dari luar.
Humas sebagai salah satu komponen organisasi mempunyai tujuan strategis, yaitu membaca dan menganalisa rintangan yang muncul dari luar (kebijakan pemerintah yang ditetapkan, ketidakpahaman civitas akademika UNS, dll) maupun dari dalam (demontrasi mahasiswa, mogokan karyawan, pengrusakan, sikap tidak terpuji, dan lain –lain) agar UNS dapat berjalan dengan baik mencapai tujuannya. Humas diharapkan mampu memberi sumbangan yang besar bagi instansi dengan mengembangkan hubungan–hubungan (relations) yang harmonis dengan stakeholdersnya agar UNS dapat mengembangkan kemampuan mencapai tujuannya.
Dalam menghadapi suatu krisis, posisi humas kadang dapat menjadi serba salah. Ia dituntut menjalin hubungan dengan pihak – pihak yang strategis dan sering dianggap sebagai juru bicara. Tetapi sebenarnya ia tidak lebih dari sekedar pelaksana biasa yang tidak tahu apa apa, karena kedudukannya tidak sesuai dengan peranannya. Diletakkan di bagian ketiga atau lebih rendah dari itu dalam suatu organisasi atau perusahaan, sehingga terkadang fungsi humas tidak diikutkan dalam perumusan objective organisasi tetapi didelegasikan atau hanya sebagai pelaksana semata. Oleh karena itu model strategic management untuk humas dapat diterapkan guna menggambarkan dua peran humas dalam manajemen strategis secara menyeluruh dan dalam kegiatan humas itu sendiri.
Seperti yang dikemukakan James E. Grunig dan Fred Repper yang dikutip Rhenald Kasali dalam ada tujuh tahapan strategik management untuk public relations. Tiga tahapan pertama mempunyai cakupan luas sehingga lebih bersifat analitis. Empat langkah selanjutnya merupakan penjabaran dari tiga tahap pertama yang diterapkan pada unsur yang berbeda-beda
1. Tahap Stakeholders, Sebuah perusahaan/organisasi mempunyai hubungan dengan publiknya bilamana perilaku organisasi tersebut memberi pengaruh pada stakeholdersnya atau sebaliknya. Public relations harus melakukan survei untuk terus membaca perkembangan lingkungannya, dan membaca perilaku organisasinya serta menganalisis konsekuensi yang akan timbul. Komunikasi yang dilakukan secara kontinu dengan stakeholders ini membantu organisasi untuk tetap stabil
2. Tahap Publik, Publik terbentuk ketika perusahaan/organisasi menyadari adanya problem tertentu. Dengan kata lain publik selalu eksis bilamana ada problem yang mempunyai potensi akibat (konsekuensi) terhadap mereka yang sangat selektif dan spesifik terhadap suatu kepentingan tertentu (problem) tertentu.
3. Tahap Isu, publik yang muncul sebagai konsekuensi dari adanya problem dan menciptakan ”isu”. Yang dimaksud dengan ”isu” disini bukanlah isu dalam arti kata negatif, melainkan suatu tema yang dipersoalkan. Public relations perlu mengantisipasi dan responsif terhadap isu – isu tersebut. Langkah ini lebih dikenal sebagai Issues Management. Pada tahap ini media memegang peranan sangat penting karena media akan mengangkat suatu pokok persoalan kepada masyarakat dan masyarakat akan menanggapinya media mempunyai peranan yang sangat besar dalam perluasan isu dan, bahkan membelokkan sesuai dengan persepsinya. Media dapat melunakkan sikap publik atau, sebaliknya, meningkatkan perhatian publik, khususnya bagi hot issue, yakni yang menyangkut kepentingan publik yang lebih luas.
Issues management pada tahap ini perlu dilakukan secara simultan dan cepat, dengan melibatkan komunikasi personal dan sekaligus komunikasi dengan media massa.
4. public relations perlu mengembangkan objective formal seperti komunikasi, akurasi, pemahaman, persetujuan, dan perilaku tertentu terhadap program – program kampanye komunikasinya
5. public relations harus mengembangkan program resmi dan kampanye komunikasi yang jelas untuk menjangkau objective di atas.
6. public relations, khususnya para pelaksana, memahami permasalahan dan dapat menerapkan kebijakan kampanye komunikasi
7. public relations harus melakukan evaluasi terhadap efektivitas pelaksanaantugasnya untuk memenuhi pencapaian objective dan mengurangi konflik yang mungkin muncul di kemudian hari.
Saat ini di Universitas Sebelas Maret, peran tenaga humasnya belum maksimal dan dalam taraf pelaksana belum seperti yang diharapkan, masih banyak kajian yang lebih luas tentang kehumasan sehingga diperlukan perhatian dari banyak pihak untuk dapat mempersiapkan tenaga humas yang saat ini sudah ada baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya sehingga menjadi tenaga humas yang handal dan mampu mengangkat citra positif UNS dalam kancah nasional maupun Internasional.
IV. Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan
1. Praktisi Humas yang ditunjuk sebagai tim penanggulangan krisis harus menentukan tujuan yang akan dicapai dalam penyelesaian kasus ini. Setelah itu humas juga harus menyusun langkah-langkah dan program yang akan dilakukan dalam mengendalikan krisis.
2. Komunikasi internal bertujuan untuk memberikan semangat kepada karyawan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga kekompakan, berita negatif tentang perusahaan yang beredar di media massa membuat citra terpuruk di mata publik. Sedangkan komunikasi eksternal bertujuan untuk membina hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat agar dapat membantu dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, menyadarkan akan tanggng jawab bersama, menumbuhkan rasa memiliki dari masyarakat.
B. Saran
1. Bila ada status krisis baik itu besar/kecil harus dapat diatasi dengan cepat dan tuntas karena krisis yang kecilpun akan menjadi besar bila tidak tertangani dengan baik. Sehingga krisis cenderung menjadi meluas dan merugikan banyak pihak. Seorang humas hendaknya bersikap cepat dan tanggap dalam menyikapi semua gejolak yang terjadi di masyarakat sehingga tidak berkembang menjadi suatu krisis yang dapat merugikan instansi.
2. Melihat akar permasalahannya , maka humas harus senantiasa membangun komunikasi. Jangan hanya saat terjadi konflik di masyarakat. Dalam menentukan strategi manajemen, komunikasi eksternal harus menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan, dan pada masa yang akan datang sebaiknya perusahaan lebih memperhatikan opini yang berkembang di masyarakat.
3. Sebagai sebuah unit kerja, Humas memegang tanggung jawab dan penciptaan komunikasi yang baik antara manajemen dan masyarakat, sehingga bidang ini nantinya dapat benar – benar menjadi jembatan komunikasi antara perusahaan dan para stakeholder-nya
Langganan:
Postingan (Atom)
